Borobudur 100 Digelar Desember, Ada Misi Donasi untuk Anak Cerebral Palsy
Borobudur 100 digelar 19-20 Desember 2026 dengan target 1.000 peserta sekaligus menggalang donasi untuk anak cerebral palsy.
Harianjogja.com, MAGELANG- Pembina kegiatan pramuka harus bisa mengemas pola latihan pramuka secara kreatif agar menarik untuk anak-anak.
Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Magelang Waluyo mengatakan jika pola kegiatan pramuka itu menarik, maka anak-anak akan mengikutinya secara sukarela, bukan karena terpaksa atau sekedar menjalankan kewajiban.
"Kegiatan kepramukaan dikemas, agar anak-anak tidak terpaksa mengikuti latihan pramuka, hanya karena dianggap wajib. Akan tetapi, mereka dengan sukarela untuk kegiatan kepramukaan," katanya, dalam acara Temu Pembina Pramuka bertema "Menjadi Pembina Ideal di Abad 21", di SDK Santa Maria Kota Magelang, Sabtu (18/1/2014).
Narasumber lainnya dalam kegiatan tersebut adalah pegiat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Zainul Arifin. Kegiatan yang digelar sebagai rangkaian kegiatan HUT ke-43 SDK Santa Maria Kota Magelang itu dibuka oleh Kepala Seksi Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Magelang Mursidi.
Di hadapan puluhan pembina pramuka berbagai sekolah dasar di Kota Magelang tersebut, Waluyo mengungkapkan tentang kecenderungan anak-anak saat ini yang lebih senang bermain dengan komputer jinjing, telepon seluler, dan dunia maya daripada mengikuti latihan pramuka.
"Ini menjadi tantangan bagi pembina pramuka agar bisa membuat format dan modul latihan yang menarik, agar anak-anak senang ikut kepramukaan," katanya.
Waluyo menambahkan sedianya kegiatan pramuka di alam bebas merupakan hal yang menyenangkan, terbukti dari munculnya berbagai bentuk 'outbond' yang kini dikelola secara komersial. Bahkan, pengelola kegiatan ini menyediakan fasilitas dengan biaya yang tidak murah.
Saat ini, dalam setiap kegiatan pelatihan, biasanya juga diselingi dengan kegiatan outbond, sebagai sarana hiburan di sela kegiatan pelatihan.
Waluyo melanjutkan, dasar dari outbond adalah kepramukaan. "Jika dicermati, semua bentuk permainan dalam 'out bond' ada di pramuka. Sebenarnya pramuka lebih dulu melakukan kegiatan-kegiatan itu, tetapi mereka [event organizer] pintar melihat peluang itu, untuk bisa dimanfaatkan," katanya.
Zainul yang juga jajaran pimpinan Kelompok Kerja Saka Bakti Husada Kwarnas Gerakan Pramuka itu menambahkan, pembina pramuka, katanya, harus kreatif, aktif, dan mampu menganalisa berbagai kebutuhan anak didik.
"Pramuka itu adalah pilihan. Kalau tidak jeli menjadikan kegiatan yang menarik, menantang, dan menyenangkan, ya siap untuk tidak dipilih anak-anak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Borobudur 100 digelar 19-20 Desember 2026 dengan target 1.000 peserta sekaligus menggalang donasi untuk anak cerebral palsy.
Cek jadwal KSPN Jogja Sabtu 10 Oktober 2026 ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman pada Sabtu 10 Oktober 2026. Tarif normal Rp80.000 per penumpang.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu, 10 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dengan keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu, 10 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu, 10 Oktober 2026, dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.