Kampung Celana Dalam Klaten Bertahan di Tengah Krisis
Sentra konveksi pakaian dalam di Tempursari Klaten bertahan di tengah kenaikan bahan baku dan turunnya permintaan, untung tergerus 50 persen.
Malam minggu lalu, Mas Behi dan Den Baguse menonton pembukaan Kulonprogo Fair di Alun-alun Wates. Tiba di lokasi, ternyata pengunjungnya membludak, mirip ikan teri berjubel di akuarium.
Baru seperempat jam di tempat pameran, Mas Behi dan Den Baguse sudah tidak tahan. Keringat keduanya kotos-kotos, mirip olahragawan yang sedang bertanding.
“Ini sama sekali tidak melihat pameran, ini namanya naik kereta saat Lebaran,” gerutu Den Baguse.
Akhirnya keduanya memutuskan untuk nyempal dalan, mencari jalan keluar dan memilih menuju ke alun-alun. Di alun-alun, ternyata ada pentas dangdut.
Lagu Layang Swara yang baru dinyanyikan sang biduanita di atas panggung, menarik perhatian Mas Behi dan Den Baguse.
Belum lagi saat mendekat ke panggung ternyata semua penyanyi mengenakan rok sangat mini. Ini membuat Mas Behi dan Den Baguse ngeces. Den Baguse kemudian mengajak sohibnya mendekat ke panggung.
“Kita nonton di belakang cewek itu saja, biar lebih seru,” ucap Den Baguse.
“Memang lebih nikmat menonton dangdut di belakang cewek, baunya harum, tidak bau keringat seperti nonton di dekat cowok,” kata Mas Behi.
Namun sial bagi Den Baguse. Tiba-tiba cewek di depannya, balik badan kebelakang sambil berteriak
“Kowe nablek bokongku yo?” Belum sempat menjawab apa-apa, seorang lelaki mendaratkan pukulan ke arah Den Baguse, untung saja Mas Behi dengan sigap bisa menangkisnya.
“Udu aku, aku ra ngerti opo-opo,” ucap Den Baguse.
Sebelum masalah lebih ruwet lagi, Mas Behi menarik baju Den Baguse menjauh dari kerumunan. Sampai di tempat aman, ternyata tidak hanya kancing baju Den Baguse saja yang terlepas, tapi sandal yang baru dibeli sore sebelumnya seharga Rp120.000, turut tertinggal.
“Sudah jatuh, tertimpa tangga juga, ini namanya,” gerutu Den Baguse.
Pangki T Hidayat
Pleret, Panjatan, Kulonprogo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sentra konveksi pakaian dalam di Tempursari Klaten bertahan di tengah kenaikan bahan baku dan turunnya permintaan, untung tergerus 50 persen.
Brasil vs Maroko 1-1 di Piala Dunia 2026 Grup C berlangsung sengit di MetLife Stadium, Vinícius Júnior cetak gol penyama.
Rest Area Bromo Safety Initiative di Probolinggo tingkatkan keselamatan wisatawan menuju Bromo dan dorong pariwisata aman berkelanjutan.
Meutya Hafid bantah Komdigi penyebab IG, FB, WhatsApp down saat demo mahasiswa. Gangguan disebut terjadi global.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 14 Juni 2026 jadi pilihan wisata hemat Rp12 ribu menuju Pantai Parangtritis dari Yogyakarta.
Rentetan gempa M3,1–4,5 mengguncang Sangihe Sulut, BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami, terjadi Sabtu malam.