Taru Martani Bantah Tak Terapkan SUSU, Ini Hasil Pemeriksaan Disnakertrans DIY
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
Harianjogja.com, JOGJA—Madrasah Aliyah (MA) di DIY bertambah dari sebelumnya 37 sekolah, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 40 MA. Rinciannya, 15 MA Negeri dan 25 MA Swasta.
“Tahun ini, ada penambahan tiga MA Swasta untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Penambahan ini menunjukkan, kebutuhan pendidikan agama di masyarakat masih diperlukan,” ungkap Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag DIY, Ahmad Fauzi, Senin (26/8/2013).
Ketiga MA tersebut, sambungnya, meliputi MA Al-Imdad di Bantul, MA Al-Mumtaz di Patuk, dan MA Al-Jauhar, di Semin Gunungkidul.
“MA Al-Imdad dan MA Al-Mumtaz izin operasinya sudah turun. Adapun MA Al-Jauhar, masih dalam proses. Bagaimana pun, kemunculan MA ini menandakan sekolah agama masih banyak dibutuhkan masyarakat,” kata Fauzi.
Meski dia mengakui banyak orangtua siswa yang menyekolahkan anaknya ke sekolah umum, namun kebutuhan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah agama masih tinggi.
Terbukti, sebagian besar sekolah madrasah di DIY memenuhi standar minimal rombongan belajar. “Jumlah siswa yang masuk ke madrasah sangat fluktuatif. Tahun ini bisa sedikit, tahun depan bisa banyak,” tuturnya.
Fauzi tidak mempersoalkan madrasah-madrasah di mana jumlah siswanya di bawah standar minimal rombel. Ia lebih menekankan pada pembinaan kepada madrasah-madrasah agar mutu dan layanan pendidikan dapat ditingkatkan.
Dia mencontohkan beberapa madrasah yang dinilai baik seperti MAN 1, 2 dan 3 Jogja, MTs Negeri Bantul, MTs Negeri 1 dan 2 Jogja dan beberapa Madrasah Ibtidaiyah lainnya.
“Ada madrasah ibtidaiyah jumlah siswanya di bawah minimal rombel. Itu di Gunungkidul dan Kulonprogo. Hal itu disebabkan oleh faktor geografis. Sudah tidak ada anak lagi. Daripada ribut memikirkan masalah tersebut, lebih baik bagaimana cara peningkatan mutu dan kualitas pendidikannya,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Cek jadwal SIM Keliling dan SIM Corner Polda DIY Oktober 2026, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal KA Bandara YIA 4 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta layanan Wates.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Minggu 4 Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.