Lagi, Badai Geomagnetik Melanda Bumi

Jum'at, 23 Agustus 2013 20:34 WIB
Lagi, Badai Geomagnetik Melanda Bumi

The bright light of a solar flare on the left side of the sun and an eruption of solar material shooting through the sun�­s atmosphere, called a prominence eruption, are seen in this NASA handout image taken June 20, 2013, at 11:15 p.m. EDT (03:15 GMT). A small NASA telescope was poised for launch on Thursday to attempt to determine how the sun heats up its atmosphere to millions of degrees, sending off rivers of particles that define the boundaries of the solar system. REUTERS/NASA/SDO/Handout via Reut

http://www.harianjogja.com/baca/2013/08/23/lagi-badai-geomagnetik-melanda-bumi-440711/the-bright-light-of-a-solar-flare-on-the-left-side-of-the-sun-is-seen-in-this-nasa-handout-image" rel="attachment wp-att-440712">http://images.harianjogja.com/2013/08/matahari-REUTERS-.jpeg" alt="" />Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengingatkan besok, Jumat (23/8/2013) diprediksi terjadi badai geomagnetik.

Seperti dilansir cnet.com, Rabu (21/8/2013), NASA mengumumkan telah menangkap foto tentang erupsi cukup besar pada permukaan matahari yang disebut semburan koronal massal, pada Selasa (20/8/2013) lalu.

NASA memprediksi partikel yang terlempar keluar dari fenomena tersebut akan menyentuh atmosfer bumi pada hari Jumat (23/8/2013) besok dan berpotensi mengakibatkan badai geomagnetik.

"Partikel-partikel ini tidak dapat menembus atmosfer bumi dan tidak membahayakan manusia, namun mereka dapat memengaruhi kerja sistem satelit beserta transistornya di bumi," tulis NASA dalam pernyatan resminya.

Hal ini berarti jaringan listrik dan berbagai layanan berbasis satelit akan mengalami gangguan sementara. Badai geomagnetik serupa pernah terjadi pada awal tahun ini, dimana komunikasi radio lintas Atlantik Utara sempat terganggu beberapa saat.

Juga di tahun 1989 silam, badai geomagnetik mengakibatkan listrik padam secara masaal dan tiba-tiba di seluruh provinsi Quebec, Kanada.Selain mempengaruhi kinerja satelit dan jaringan listrik, ternyata badai geomagnetik ini dapat menimbulkan fenomena aurora yang cantik dalam paduan warna hijau, biru, dan merah.

Fenomena ini akan terjadi dalam waktu singkat di belahan bumi utara yang telah memasuki musim gugur.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online