Modus Lempar Paket ke Dalam Lapas Digagalkan, Diduga Berisi Sabu
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
http://images.harianjogja.com/2013/02/raffi5.jpg" alt="" width="300" height="249" />JAKARTA – Kisah di balik penggerebekan di rumah Raffi Ahmad masih menyisakan cerita menarik.
Akibat temuan barang bukti, Badan Narkotika Nasional sempat membahas penemuan turunan katinona, yakni metilon, dengan Drug Enforcement Administration di Amerika Serikat.
Deputi Penindakan BNN Irjen Benny Mamoto mengatakan metilon (3,4-MDMC) yang dimiliki oleh selebritas Raffi Ahmad merupakan bentuk sintetis dari katinona, yang ditemukan pada tanamanan kath.
Sejak 6 bulan lalu, metilon dinyatakan ilegal di Amerika Serikat karena DEA menemukan banyak kasus efek samping mengkonsumsi metilon, seperti dorongan melakukan tindak kekerasan hingga gangguan jiwa.
“Di sana, barang ini bukanlah barang yang dikonsumsi oleh manusia. DEA tidak mengawasi obat-obatan yang tidak dikonsumsi manusia tetapi ada laporan kasus akibat mengkonsumsi metilon. Oleh karena itu, jadi ilegal,” papar Benny, Selasa (12/2/2013).
Benny berpendapat, masyarakat semestinya tidak hanya melihat kasus presenter kondangn ini atas kepemilikan dua linting ganja.
“Kami tidak menyasar barang bukti melainkan pasokan. Pemusnahan ratusan hektare ladang ganja dan sitaan 1,4 juta butir ekstasi itu konteksnya menekan pasokan” ujarnya.
Dia menyampaikan dalam menangani kasus Raffi yang berstatus public figure, BNN menindak dalam tataran peredaran sekaligus memperingatkan publik akan keberadaan dan bahaya metilon.
Karena Raffi dipuja oleh penggemarnya yang umumnya adalah anak muda, BNN mengkhawatirkan para penggemar akan mengadopsi gaya hidup sang idola.
“Sekali lagi bukan lihat pada barbuk tapi ada hikmahnya, kami menemukan zat baru yang daya rusaknya lebih parah serta ada laporan masyarakat adanya tanaman kath. Banyak hal yang menjadi sejarah,” tegasnya. (JIBI/sae)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Dana Transfer ke Daerah atau TKD 2027 mencapai Rp735 triliun, naik Rp42 triliun, tetapi masih 20,1% di bawah alokasi 2025.
Bulog menyalurkan beras dan minyak goreng bagi penyintas gempa NTT. Bantuan mencapai 10 ton beras dan 1.000 liter minyak per kabupaten.
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong. BPBD menyebut belum ada laporan rumah warga rusak, tetapi plafon dan dinding kantor PU terdampak.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.