Bantuan Pemprov DKI Ditunggu Pengungsi di Gereja Koinonia

Kamis, 24 Januari 2013 18:30 WIB
Bantuan Pemprov DKI Ditunggu Pengungsi di Gereja Koinonia

JAKARTA -— Pemprov DKI Jakarta dinilai belum memberikan bantuan untuk korban banjir yang berlokasi di posko pengungsian di Gereja Koinonia, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur sejak banjir melanda Ibu Kota hingga Kamis (17/1/2013).

“Pengungsian ini memang didominasi anak-anak sejak banjir besar Kamis lalu,” kata Koordinator Posko Pengungsian Gereja Koinonia Ronald Pikuali di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data terakhir (24/1/2013) yang dihimpun koordinator, sebanyak 85 balita usia satu hingga lima tahun dan 12 bayi usia nol hingga enam bulan masih bertahan di pengungsian tersebut.

Selain itu, terdapat 50 anak usia enam hingga 12 tahun.

Ronald menyebutkan masih terdapat sekitar 800 lebih pengungsi dari 220 kepala keluarga dari berbagai daerah di Jakarta Timur, meliputi Kelurahan Bukit Duri, Kebon Pala, Kampung Pulo dan Jatinegara.

“Pengungsi sebagian ada yang sudah pulang untuk bersih-bersih di rumahnya karena ini sudah pascabanjir dan mulai surut. Tapi, biasanya mereka kalau malam balik lagi ke pengungsian untuk tidur,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya telah menyediakan dua tenda dan ruangan serbaguna di lantai dua gereja.

Ronald mengatakan pihaknya akan siaga sampai Minggu (27/1/2013) sesuai instruksi Pemerintah Kota DKI Jakarta yang telah menyatakan status tanggap darurat.

“Kami antisipasi juga karena menurut prakiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), banjir besar akan datang pada 26-27 Januari,” katanya.

Dia mengatakan sumbangan terus berdatangan dari berbagai lapisan masyarakat, seperti dari gereja, masjid, relawan dan lembaga swadaya masyarakat .

Namun, dia menyayangkan belum ada bantuan logistik dari Pemprov DKI Jakarta. (Antara/nj)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online