Korban Banjir Kekurangan Obat-obatan

Selasa, 22 Januari 2013 20:40 WIB
Korban Banjir Kekurangan Obat-obatan

Jakarta, 16/1- BANJIR KIRIMAN. Warga sekitar Kelurahan Bukit Duri keluar rumah untuk menyaksikan banjir yang menggenangi jalan di Jakarta, Rabu (16/1). Banjir kiriman dari Bogor tersebut meluap dari kali Ciliwung dan menggenangi Jalan Basuki Rahmat- Jalan Prof. DR. Satrio sepanjang hampir 2 kilometer, sehingga tak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. FOTO ANTARA/ Ujang Zaelani/ed/ama/13

http://images.harianjogja.com/2013/01/banjir-kiriman-160113-uj-111-370x225.jpg" alt="" width="370" height="225" />JAKARTA— Korban banjir Jakarta membutuhkan obat kulit, demam, flu dan batuk. Saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta masih kekurangan obat-obatan.

Sekretaris Palang Merah Indonesia Provinsi DKI Jakarta Irwan Hidayat mengatakan obat kulit merupakan obat-obatan yang paling dicari para korban banjir Jakarta di posko PMI.

“PMI DKI Jakarta sudah mendistribusikan obat-obatan kepada PMI kota. Sejauh ini, yang paling dicari korban banjir adalah obat kulit, demam, flu dan batuk,” kata Irwan Hidayat dihubungi di Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Hingga Selasa, Irwan mengatakan PMI sudah melayani 1.800 pasien di posko kesehatan PMI yang tersebar di beberapa wilayah. Dia mengakui bahwa pelayanan kesehatan dari berbagai pihak saat ini masih belum bisa mencakup seluruh korban banjir.

“Dalam penanganan banjir Jakarta, PMI hanya membantu Kementerian Kesehatan. Selain PMI masih banyak unsur lain yang juga memberikan layanan kesehatan,” tuturnya.

Menurut dia, saat ini PMI DKI Jakarta masih kekurangan stok obat-obatan untuk melayani korban banjir. Karena itu, dia mengatakan sudah mengajukan penambahan bantuan obat-obatan kepada PMI Pusat.

Sebelumnya, hujan deras yang melanda ibukota pada Kamis (17/1) dini hari telah menyebabkan Jakarta kebanjiran. Berbagai wilayah di Jakarta terendam banjir yang tingginya hingga mencapai atap rumah.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah menyatakan kondisi tanggap darurat banjir selama 10 hari terhitung sejak 17 Januari 2013 hingga 27 Januari 2013. (Antara/nj)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online