Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya Aksi supeltas memakai topeng pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, mengatur lalulintas di Perempatan Jl Yos Sudarso, Solo, Jumat (21/9). Aksi tersebut sebagai bentuk dukungan moral agar pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama mampu mengatasi persoalan kemacetan Jakarta.
http://images.harianjogja.com/2013/01/210912_DPE_SOLO_SUPELTAS-JOKOWI-AHOK2-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" />JAKARTA -— Gubernur DKI Jakarta Jokowi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama didemo mahasiswa bertepatan hari keseratus memimpin DKI Jakarta, Selasa (22/1/2013).
Demo dilakukan para mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Studi Mahasiswa Jakarta. Mereka menilai Jokowi dan Ahok lebih mengedepankan pencitraan dalam memimpin Jakarta. Mahasiswa menyampaikan penilaian itu dalam demonstrasi di depan kantor gubernur, Selasa petang.
Jauhari, koordinator aksi, menilai Jokowi dan Ahok selama ini hanya kerap muncul di layar televisi. “Tapi sejumlah persoalan Jakarta belum selesai,” ujarnya.
Dia mencontohkan kampung kumuh di Jakarta Utara, kawasan Angke dan Kampung Air belum dibenahi. Jalan rusak di Pulo Gadung juga masih parah.
“Masyarakat berharap banyak pada pasangan ini, karenanya jangan hanya mengutamakan pencitraan saja,” tegasnya.
Dia menilai soal kemiskinan, penataan Jakarta merupakan utang janji gubernur saat ini.
Demonstran yang terdiri dari delapan orang itu juga memajang potret harian persoalan Jakarta. Selain itu, dua dari pendemo mengenakan baju kotak-kotak dan menutup wajahnya dengan topeng Jokowi-Basuki. Mereka melambaikan tangan kepada pengendara yang melintas.
Demo yang dilakukan saat jam pulang kantor itu tak ayal memancing perhatian pengguna jalan. Jauhari menegaskan aksi mahasiswa kali ini sebagai pengingat jangan sampai pasangan ini terlena pencitraan dan lupa akan persoalan riil warga.
“Jangan sampai persoalan di Jakarta ditinggal begitu saja seperti saat di Solo,” ujarnya sembari menegaskan, kekhawatiran itu muncul karena tidak menutup kemungkinan Jokowi bertarung dalam Pilpres 2014 mendatang. (JIBI/nj)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Supermarket bangunan dan elektronik di Berbah terbakar Kamis siang. Sekitar 20 armada damkar dikerahkan, ratusan kendaraan ikut terbakar.
Cek jadwal SIM Keliling Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
DPRKPLH Temanggung menemukan kapasitas IPAL SPPG Tegalurung I belum mencukupi. Perbaikan dan pemeriksaan lanjutan segera dilakukan.
Fuad Hasan Masyhur membantah uang US$500.000 yang disita dari rumahnya merupakan keuntungan penyelenggaraan ibadah haji.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 2 Oktober 2026 lengkap tiap stasiun. KRL berangkat mulai 05.05 WIB dengan tarif Rp8.000.