Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
JOGJA -- Siapa di balik hilangnya 141 lukisan di Museum H. Widayat, beberapa waktu lalu? Ternyata lukisan itu berada di tangan ahli waris sang Maestro. Namun, ahli waris H. Widayat enggan dianggap mencuri.
Sejumlah perwakilan ahli waris H. Widayat Selasa (15/1/2013), menggelar jumpa pers terkait berita kehilangan ratusan lukisan tersebut. Dikatakan, 141 lukisan itu kini berada di rumah 11 ahli waris H. Widayat.
“Tidak benar kalau kami menggarong, mencuri apalagi melakukan penyekapan. Kami sudah menelepon Fajar Purnomosidi waktu mau mengambil barang itu,” jelas Ahli waris Anwar Hutomo Kusumo Wardono saat jumpa pers di kantor Pusat Bantuan Hukum Jogjakarta (PBHJ), Selasa (15/1/2013).
Diungkapkan, pengambilan barang itu sudah diberitahukan ke Fajar Purnomosidi. Penjaga museum juga menyaksikan dan memberi kunci kepada anak tertua H. Widayat, Wardiningsih.
Pengambilan 141 lukisan menurut Anwar, karena kini banyak karya sang Maestro yang rusak atau tak terawat di museum tersebut. Untuk menyelamatkanya 11 ahli waris mengamankan sebagian barang. Ia membantah bila pengambilan 141 lukisan karena motif ekonomi alias untuk dijual.
“Nggaklah kalau dijual, kami hanya mengamankan saja,” kata Anwar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.
Como 1907 lolos Liga Champions namun menghadapi masalah stadion dan defisit Rp1,8 triliun yang mengancam di Eropa.