Seragam Baru Jukir Solo Dikritik, Wali Kota Singgung QRIS
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
MAKASSAR, 4/1 - TERDUGA TERORIS. Sejumlah polisi mengangkat peti jenazah terduga teroris yang ditembak mati di Makassar, Sulsel, Jumat (4/1). Polisi menembak mati dua terduga teroris jaringan Poso, Sulsel, yakni Syamsuddin alias Abu Uswah dan Ahmad Khalil alias Hasan di Masjid Nurul Afiat RS Wahidin Soedirohusodo, dan dua terduga lainnya ditangkap. FOTO ANTARA/Darwin Fatir/YU/ed/pd/13
http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/07/dpr-nilai-kasus-poso-dipelihara-365409/sejumlah-polisi-mengangkat-peti-jenazah-terduga-teroris-yang-ditembak-mati-di-makassar-sulsel-jumat-41" rel="attachment wp-att-365412">http://images.harianjogja.com/2013/01/Terduga-Teroris-040113-DRW-2-370x245.jpg" alt="" width="370" height="245" />JAKARTA -— Ketua DPR Marzuki Alie meminta pemerintah untuk lebih tegas dan bersungguh-sungguh dalam menangani kasus Poso agar tidak ada kesan di masyarakat bahwa pemerintah melakukan pembiaran atas tindak kekerasan tersebut.
Permintaan itu disampaikan Marzuki dalam pidato pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang DPR 2012-2013, Senin (7/1/2013). Dia mengakui kasus Poso yang terkait dengan situasi keamanan tersebut dapat mengganggu laju pembangunan nasional kalau tidak ditasi dengan baik.
“Kita cukup prihatin dengan situasi Poso yang tidak kunjung membaik, bahkan kian meresahkan dengan timbulnya korban baru dari pihak kepolisian. Oleh sebab itu, Dewan meminta Pemerintah untuk lebih tegas menangani masalah Poso,” ujarnya dalam pidato tersebut.
Marzuki mengatakan kelompok teroris ini sangat terlatih, bahkan mampu melakukan serangan dengan sangat akurat. Akibatnya, korban terus berjatuhan tanpa tertangani.
Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR, Effendi Choirie mengatakan bahwa dirinya menduga kasus Poso tidak kunjung tuntas karena memang dipelihara. Pernyataan tersebut disampaikannya menanggapi munculnya kembali kasus Poso Sulawesi Tengah yang menyebabkan 3 anggota Brimob tewas. Ketiganya tewas dalam satu patrol pada Desember lalu sesudah terjadi kontak tembak dengan orang tak dikenal.
Effendi melihat kejadian itu aneh mengingat kekuatan polisi dan tentara cukup banyak di wilayah itu. Dia menyebutkan untuk kasus terakhir dengan tertembak matinya 3 polisi, sudah waktunya TNI turun tangan.
Menurut Effendi, pemerintah harus serius selesaikan Poso karena akan berpengaruh pada masyarakat dan bahkan bisa ke dunia internasional. Dalam RUU Kamnas, disebutkan TNI bisa terjun langsung ke dalam pengamanan konflik sosial atau sipil kalau dianggap sudah membahayakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.