Asap Karhutla Ganggu 2.458 Penerbangan di 29 Bandara

Sunartono
Sunartono Minggu, 18 Oktober 2026 09:17 WIB
Asap Karhutla Ganggu 2.458 Penerbangan di 29 Bandara

Pesawat komersial Airbus A320-214 milik maskapai penerbangan Citilink bersiap lepas landas di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatra Selatan, yan tertutup kabut asap, Kamis (17/9/2026)./Antara-Nova Wahyudi

Harianjogja.com, JOGJA—Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu 2.458 penerbangan di 29 bandara di Indonesia selama periode 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026. Gangguan tersebut meliputi keterlambatan, pembatalan, pengalihan rute, hingga pesawat yang kembali ke bandara keberangkatan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah penerbangan terdampak bertambah 437 dibandingkan data pada 13 Oktober 2026 yang mencapai 2.021 penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan asap mengurangi jarak pandang di sekitar bandara sehingga dapat mengganggu operasional penerbangan.

"Asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandara, sehingga dapat menyebabkan keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan penerbangan. Setiap keputusan operasional diambil dengan mengutamakan keselamatan," kata Lukman, Minggu (18/10/2026).

Rincian 2.458 Penerbangan Terdampak

Dari total 2.458 penerbangan yang terdampak karhutla selama periode tersebut, sebanyak 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan. Sementara itu, 1.324 penerbangan dibatalkan atau ditunda.

Selain itu, enam penerbangan dialihkan kembali ke bandara keberangkatan atau return to base (RTB), sedangkan 26 penerbangan dimajukan jadwalnya. Sebanyak 22 penerbangan lainnya dialihkan ke bandara lain atau divert.

Dampak kabut asap juga meluas ke sejumlah wilayah di luar Sumatra dan Kalimantan. Lukman menyebut, selama 13–17 Oktober 2026, gangguan akibat asap turut menjangkau Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain Kalimantan, Papua, dan Sumatra.

Penerbangan Internasional dan Perintis Ikut Terdampak

Gangguan akibat kabut asap juga memengaruhi penerbangan internasional. Kemenhub mencatat 14 penerbangan internasional dibatalkan selama periode yang dilaporkan.

Rinciannya sebagai berikut:

Sebanyak 12 penerbangan Singapura–Pontianak pulang pergi pada 12–23 September 2026 dibatalkan akibat asap di Bandara Supadio.

Dua penerbangan Singapura–Palembang pulang pergi pada 15 Oktober 2026 dibatalkan akibat asap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Sementara itu, sebanyak 22 penerbangan perintis dibatalkan pada 16 Oktober 2026 akibat kabut asap. Dua di antaranya merupakan penerbangan kargo.

Pembatalan penerbangan perintis tersebut tersebar di empat wilayah koordinasi, yakni:

Korwil Singkep: enam penerbangan.
Korwil Kuala Pembuang: empat penerbangan.
Korwil Tanah Merah: enam penerbangan.
Korwil Gorontalo: enam penerbangan.

Di luar dampak karhutla, Kemenhub juga mencatat 20 penerbangan berjadwal domestik dibatalkan akibat faktor lain. Penyebabnya meliputi abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.

Kemenhub Siapkan Mitigasi di Bandara Terdampak

Untuk menjaga keselamatan penerbangan, Lukman meminta pengelola bandara di wilayah terdampak menerapkan langkah mitigasi sesuai kondisi operasional.

Langkah tersebut meliputi penerapan Low Visibility Procedures (LVP) bersama AirNav Indonesia dan BMKG, penerbitan Notice to Airmen (NOTAM), serta peningkatan kesiagaan operasional di sisi udara.

Pengelola bandara juga diminta mengoptimalkan pelayanan penumpang di terminal. Upaya tersebut mencakup penyediaan informasi penerbangan dan masker bagi penumpang.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I–X terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, BMKG, serta instansi terkait lainnya.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas selama gangguan kabut asap berlangsung.

"Masyarakat diimbau tetap tenang, memaklumi penyesuaian jadwal penerbangan akibat asap, dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Sebelum berangkat ke bandar udara, penumpang diharapkan memantau perkembangan cuaca dan informasi penerbangan melalui maskapai masing-masing," ujarnya.

Daftar 29 Bandara Terdampak Karhutla

Berdasarkan data Kemenhub per 17 Oktober 2026, terdapat 29 bandara yang terdampak karhutla. Bandara-bandara tersebut tersebar di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Berikut daftar lengkapnya:

Aceh dan Sumatra Utara

Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh.
Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Sibolga, Sumatra Utara.

Riau dan Jambi

Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau.
Bandara Japura, Rengat, Riau.
Bandara Sultan Thaha, Jambi, Jambi.

Sumatra Selatan

Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatra Selatan.

Kalimantan Barat

Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
Bandara Rahadi Oesman, Ketapang, Kalimantan Barat.

Kalimantan Tengah

Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Bandara H. Asan, Sampit, Kalimantan Tengah.
Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kalimantan Utara

Bandara Robert Atty Bessing, Malinau, Kalimantan Utara.

Sulawesi Selatan

Bandara Toraja, Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Sulawesi Tengah

Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu, Sulawesi Tengah.
Bandara Sultan Bantilan, Tolitoli, Sulawesi Tengah
Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, Sulawesi Tengah.
Bandara Maleo, Morowali, Sulawesi Tengah.

Sulawesi Tenggara

Bandara Sangia Nibandera, Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Bandara Betoambari, Baubau, Sulawesi Tenggara.

Maluku Utara

Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara.
Bandara Oesman Sadik, Labuha, Maluku Utara.

Maluku

Bandara Pattimura, Ambon, Maluku.
Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku.

Papua Barat Daya dan Papua Barat

Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua Barat Daya.
Bandara Babo, Teluk Bintuni, Papua Barat.
Bandara Utarom, Kaimana, Papua Barat.

Papua Tengah

Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah.
Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua Tengah.

Papua Pegunungan

Bandara Wamena, Wamena, Papua Pegunungan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online