Gegara Asap Karhutla, Batik Air Batal Terbang dan Lion Air Putar Balik ke Makassar
Kabut asap dan angin kencang mengganggu penerbangan di Palu. Batik Air batal terbang, Lion Air kembali ke Makassar, dan Wings Air ke Tolitoli dibatalkan.
Ilustrasi kecelakaan/Dokumen Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden desak-desakan saat festival keagamaan Durga Puja di Kolkata utara, negara bagian West Bengal, India, menewaskan sedikitnya 17 orang. Selain korban meninggal, sebanyak 25 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pada malam hari tersebut.
Insiden berlangsung di sebuah bangunan sementara atau pandal yang digunakan untuk menempatkan arca Dewi Durga. Kepolisian menyebut kerumunan pengunjung yang berpindah dari satu pandal ke pandal lain di tengah hujan menjadi penyebab terjadinya desak-desakan.
Dalam pernyataannya, kepolisian menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi ketika banyak pengunjung bergerak di antara lokasi festival. Seluruh korban luka telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Pejabat tinggi West Bengal, Suvendu Adhikari, menyampaikan bahwa selain 17 orang yang meninggal dunia, terdapat 25 orang lainnya yang mengalami luka-luka.
Narendra Modi Sampaikan Belasungkawa
Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan duka cita atas insiden tersebut melalui akun X miliknya. Ia menyebut peristiwa itu sangat menyedihkan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
"Turut berduka cita bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga para korban luka segera pulih. Pemerintah West Bengal sedang memberikan segala bantuan yang dimungkinkan kepada keluarga yang terdampak," tulis Modi di akun X.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri India Amit Shah menyatakan bahwa pihak berwenang memastikan para korban luka memperoleh fasilitas medis yang diperlukan.
"Pihak administrasi memastikan seluruh fasilitas medis yang diperlukan telah disediakan bagi para korban luka," demikian pernyataan Amit Shah melalui akun X.
Tragedi berdesakan atau desak-desakan massa yang berujung pada hilangnya nyawa manusia kerap kali menjadi catatan kelam dalam sejarah pelaksanaan ritual atau festival keagamaan massal.
Dalam konteks perayaan umat Hindu, insiden semacam ini biasanya terjadi ketika jutaan jemaah berkumpul di lokasi yang terbatas seperti tepi sungai suci saat festival Kumbh Mela atau area pura kuno di daerah pegunungan untuk mengikuti prosesi puncak atau mandi ritual.
Kurangnya pengelolaan arus massa yang memadai, kapasitas tempat yang tidak sebanding dengan lonjakan pengunjung, serta kepanikan yang dipicu oleh isu atau hambatan kecil sering kali memicu gelombang desakan fatal yang mengakibatkan korban jiwa akibat terinjak-injak atau kehabisan napas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kabut asap dan angin kencang mengganggu penerbangan di Palu. Batik Air batal terbang, Lion Air kembali ke Makassar, dan Wings Air ke Tolitoli dibatalkan.
Polda DIY dan BNNP DIY merazia tempat hiburan malam di lima wilayah. Sebanyak 58 orang diperiksa, satu orang di Sleman positif amphetamine.
Pupuk Indonesia menyiapkan penyaluran pupuk subsidi melalui KDMP. Petani terdaftar cukup menunjukkan KTP dan menebus sesuai HET
PINSAR Indonesia menggelar Chicken and Egg Run 2026 di Jogja untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi protein ayam dan telur.
Pendaftaran bansos BPNT dan PKH 2027 melalui Perlinsos Digital mewajibkan registrasi ulang. Simak syarat, cara daftar, dan cek desil DTSEN.
BPK menemukan dua pelaku usaha menerima fasilitas tax holiday meski telah berproduksi komersial sebelum mengajukan permohonan.