Eks Ketua Apindo Baningsih Gabung PSI, Diperintah Jokowi Cari Caleg Sebanyak-banyaknya
Foto ilustrasi e-voting. - Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo, Baningsih Tedjokartono, mengaku bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan berencana maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2029. Ia mengatakan keputusannya masuk ke partai tersebut tidak lepas dari permintaan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Baningsih belum menentukan apakah akan maju sebagai calon anggota DPRD Jawa Tengah (Jateng) atau DPRD Kota Solo. Penetapan daerah pemilihan (dapil) untuk pencalonannya masih menunggu keputusan partai.
Hal itu disampaikan Baningsih pada Kamis (15/10/2026). Ia menceritakan bahwa dirinya sempat diminta Jokowi untuk bergabung dengan PSI ketika bertemu secara langsung.
"Beberapa waktu lalu saya dipanggil Pak Jokowi. Saya menghadap sendiri, ternyata diminta gabung PSI. Saya pikir diminta cari Caleg PSI sebanyak-banyaknya. Saya beri daftar nama, Pak Jokowi kaget tidak ada nama saya, lalu bilang saya harus masuk," ujar dia.
Baningsih mengaku terkejut ketika Jokowi justru memintanya masuk dalam daftar caleg PSI. Ia sempat mengingatkan Jokowi bahwa usianya tidak lagi muda, tetapi menurut Baningsih, Jokowi menyebut ada pula orang berusia 80 tahun yang maju sebagai caleg.
"Akhirnya saya manut saja," ungkap dia.
BACA JUGA
Prihatin Aspirasi Warga Tidak Ditindaklanjuti
Baningsih mengatakan ajakan Jokowi untuk bergabung dengan PSI sejalan dengan gagasan yang sebelumnya telah ia pikirkan. Ia mengaku sudah memiliki keinginan untuk masuk ke partai politik sekitar sepekan sebelum pertemuannya dengan Jokowi.
"Sepekan sebelumnya aku punya gagasan masuk partai. Saya prihatin dengan kondisi sekarang, ada demo warga, tapi tidak ada follow up-nya. Pekerjaan DPRD apa? Mereka wakil rakyat, seharusnya rakyat tidak usah demo, tapi diselesaikan DPRD," tegas dia.
Menurut Baningsih, menyampaikan kritik dari luar sistem politik tidak cukup untuk mendorong perubahan. Ia menilai keterlibatan langsung dalam partai politik dapat menjadi jalan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
"Saya geregetan. Kalau hanya teriak-teriak di luar tidak didengarkan. Saya harus masuk. Makanya saat Pak Jokowi menawari saya masuk PSI, aku langsung iya, karena banyak anak muda," tutur dia.
Ia menilai keberadaan banyak kader muda di PSI menjadi salah satu hal yang menarik baginya. Menurut Baningsih, kader muda lebih terbuka terhadap gagasan baru serta masih bisa menerima masukan dan arahan.
"Kader PSI banyak yang muda, masih bisa dibilangin, diarahkan. Kalau sudah tua-tua, dikasih tahu ya tidak mau, rumangsa pintar. Jadi akhirnya saya ajak teman-teman untuk sama-sama masuk PSI. Kita harus perjuangkan dari dalam," tegas dia.
Baningsih mengatakan perjuangan untuk masyarakat perlu dilakukan melalui keterlibatan langsung dalam sistem politik. Ia pun mengajak sejumlah rekannya untuk bergabung dengan PSI.
Cerita Pengalaman Saat Pandemi Covid-19
Baningsih juga menceritakan pengalamannya saat pandemi Covid-19. Pada masa itu, ia pernah mengajak sejumlah legislator Solo untuk mengumpulkan sembako yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Namun, menurut Baningsih, ajakan tersebut hanya mendapat tanggapan berupa senyuman dari sejumlah legislator. Ia kemudian memutuskan bergerak sendiri dengan mengumpulkan bantuan sembako dari para sukarelawan atau donatur.
Sembako yang terkumpul selanjutnya dibagikan kepada masyarakat kurang mampu, termasuk penarik becak. Pengalaman tersebut menjadi salah satu latar belakang yang ia ceritakan ketika menjelaskan keinginannya terlibat lebih jauh dalam politik.
Baningsih menilai keterlibatan di dalam sistem diperlukan agar aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan secara langsung. Karena itu, ia menyatakan siap maju sebagai caleg PSI pada Pemilu 2029.
Penentuan Daerah Pemilihan pada 2027
Meski sudah menyatakan kesiapannya maju, Baningsih belum menentukan kursi legislatif yang akan dituju. Ia mengatakan keputusan apakah akan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Jateng atau DPRD Kota Solo baru ditetapkan pada 2027.
Ia juga menyebut Kaesang Pangarep akan menjadi caleg DPR RI dari Solo. Dengan demikian, menurut Baningsih, mereka berpeluang melakukan kampanye bersama pada Pemilu 2029.
"Tahun 2027 baru diputuskan saya maju di DPRD Jateng atau Solo. Yang jelas untuk Caleg DPR RI dari Solo nya Mas Kaesang Pangarep. Jadi nanti kampanyenya bareng. Kalau saya di mana pun siap lah," pungkas dia.
Dengan rencana tersebut, Baningsih menyatakan kesiapannya mengikuti keputusan partai terkait penempatan daerah pemilihan. Kepastian pencalonannya di tingkat provinsi atau kota masih menunggu keputusan yang dijadwalkan pada 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Share