Ratusan Manajer Kopdes Mengundurkan Diri, Agrinas: Negara Tak Rugi

Newswire
Newswire Kamis, 15 Oktober 2026 12:27 WIB
Ratusan Manajer Kopdes Mengundurkan Diri, Agrinas: Negara Tak Rugi

Ilustrasi, petugas menata beras SPHP dan berbagai kebutuhan di gerai KDMP syariah Geuce Komplek, Banda Aceh, Aceh, Rabu (23/9/2026)./Antara-Irwansyah Putra

Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 159 manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dilaporkan mengundurkan diri menjelang rencana operasional serentak 8.000 unit koperasi pada pertengahan Oktober 2026. PT Agrinas Pangan Nusantara, yang bertugas mendampingi operasional koperasi tersebut, membenarkan adanya pengunduran diri para manajer di tingkat desa.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan 159 orang telah resmi memutuskan mundur dari tugas sebagai manajer Kopdes. Pengunduran diri itu terjadi ketika pemerintah tengah menyiapkan operasional tahap pertama program koperasi desa tersebut.

Mundurnya para manajer sempat memunculkan kekhawatiran mengenai potensi kerugian keuangan negara. Pasalnya, sebelum menjalankan tugas, mereka telah mendapatkan pembekalan dan fasilitas untuk mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Namun, Joao menepis anggapan bahwa pengunduran diri tersebut membuat negara mengalami kerugian. Menurut dia, pembekalan yang telah diberikan kepada para manajer tetap memiliki manfaat bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

"Kan mereka anak bangsa, tidak ada yang rugi," tegas Joao di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Target 8.000 Kopdes Beroperasi

Pengunduran diri 159 manajer itu terjadi di tengah upaya pemerintah mempercepat penyelesaian infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan logistik Kopdes Merah Putih. Pemerintah menargetkan 8.000 koperasi dapat mulai beroperasi pada tahap pertama.

Kopdes Merah Putih dirancang menjadi salah satu saluran distribusi berbagai barang bersubsidi dan kebutuhan masyarakat. Komoditas yang disebut akan didistribusikan melalui koperasi tersebut antara lain pupuk, LPG, serta beras program Bantuan Pangan dari Perum Bulog.

Target operasional serentak itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran koperasi di tingkat desa. Dengan beroperasinya koperasi, distribusi berbagai kebutuhan diharapkan dapat menjangkau masyarakat melalui jaringan usaha yang berada dekat dengan permukiman.

Meski demikian, pengunduran diri para manajer menjadi dinamika yang muncul menjelang pelaksanaan program tersebut. Informasi yang disampaikan Agrinas menyebutkan jumlah manajer yang mundur mencapai 159 orang, tetapi belum merinci alasan pengunduran diri mereka.

Agrinas Dampingi Koperasi pada Tahap Awal

Dalam pelaksanaan program Kopdes Merah Putih, Agrinas mendapatkan tugas untuk memberikan pendampingan dan bimbingan intensif kepada koperasi selama satu hingga dua tahun pertama operasional.

Pendampingan tersebut ditujukan agar masyarakat desa terbiasa menjalankan manajemen kewirausahaan dan mengelola kegiatan usaha koperasi. Setelah melalui masa pembinaan, koperasi diharapkan dapat menjalankan operasional secara mandiri.

Dengan skema itu, pengelolaan Kopdes Merah Putih pada tahap awal tidak hanya berkaitan dengan kesiapan infrastruktur dan pasokan barang, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia yang menjalankan koperasi.

Pengunduran diri 159 manajer menjelang target operasional serentak menjadi salah satu perkembangan dalam persiapan program tersebut. Sementara itu, Agrinas menilai pembekalan yang telah diterima para manajer tetap memberikan manfaat meskipun mereka tidak melanjutkan tugasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online