Indonesia Jelaskan Penanganan Karhutla kepada Malaysia

Newswire
Newswire Minggu, 11 Oktober 2026 10:07 WIB
Indonesia Jelaskan Penanganan Karhutla kepada Malaysia

Pengendara memakai masker saat pembagian masker gratis di simpang empat RS Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026). Pemerintah Kota Palembang membagikan 16.500 masker kepada masyarakat untuk mencegah terjangkitnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat bencana kabut asap dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Antara/Nova Wahyudi/YU

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Indonesia telah menjelaskan langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan kepada Malaysia. Upaya itu dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto berkomunikasi dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim terkait kabut asap yang berdampak hingga ke negara tetangga.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir mengatakan dirinya telah menghubungi Menlu Malaysia Mohamad Hasan untuk menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menangani karhutla.

Komunikasi tersebut merupakan tindak lanjut pembicaraan melalui telepon antara Presiden Prabowo dan PM Anwar pada pekan ini.

“Ya kita sudah berkomunikasi dengan (Malaysia, red.), dari saya sudah berbicara juga dengan Menlu Malaysia, dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60.000 personel, kita telah menerjunkan juga 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan* water bombing* dan pengalihan cuaca,” kata Arrmanatha saat menjawab pertanyaan wartawan di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (10/10).

Arrmanatha, yang akrab disapa Tata, mengatakan karhutla di Sumatra dan Kalimantan masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia. Pemerintah berharap kebakaran segera mereda, terlebih terdapat perkiraan hujan akan turun.

“Harapan kita (karhutla, red.) ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan,” ujarnya.

Malaysia Siap Bantu Penanganan Karhutla

Sebelumnya, PM Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis (8/10) menyampaikan bahwa dirinya telah menghubungi Presiden Prabowo. Dalam komunikasi tersebut, keduanya membahas karhutla di Kalimantan dan Sumatra yang menyebabkan kabut asap meluas hingga Malaysia dan Singapura.

“Persoalan kabut asap memang mengkhawatirkan dan saya telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” kata Anwar.

Anwar juga kembali menegaskan kesediaan Malaysia untuk membantu Indonesia mengatasi kebakaran hutan dan lahan serta dampak asap yang ditimbulkan.

“Kita menyatakan sejak beberapa minggu lalu, kesediaan kita memberikan apa pun kerja sama. Dan saya tahu ini mengkhawatirkan dan berdampak pada kesehatan rakyat,” ujarnya.

Selain menawarkan kerja sama, Anwar mengatakan telah memerintahkan Menlu Malaysia menghubungi Sekretariat ASEAN. Langkah itu dilakukan untuk menggelar pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup se-ASEAN guna membahas secara khusus penanganan kabut asap.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online