Trump Sebut Iran Bisa Tingkatkan Aksi Jelang Pemilu AS

Newswire
Newswire Minggu, 11 Oktober 2026 10:57 WIB
Trump Sebut Iran Bisa Tingkatkan Aksi Jelang Pemilu AS

Donald Trump - Antara

Harianjogja.com, TENNESSEE—Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan Iran berpotensi meningkatkan aksinya menjelang pemilu paruh waktu AS pada 3 November. Menurut Trump, Teheran mungkin menilai peningkatan aksi tersebut dapat merugikan Washington secara politik.

“Mereka mungkin akan melakukan sedikit lebih banyak sebelum pemilu, karena berpikir hal itu akan merugikan kami,” kata Trump saat berbicara di Tennessee, Sabtu.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri kampanye di negara bagian yang menjadi basis kuat Partai Republik. Dalam kesempatan itu, dia juga menyatakan konfrontasi dengan Iran dapat diakhiri dalam waktu singkat.

“Tetapi kami bisa mengakhirinya dengan sangat cepat,” ujarnya.

Trump mengklaim telah menahan diri dalam menghadapi Iran, meskipun menurutnya Angkatan Laut Iran telah dihancurkan. Dia juga menyatakan 159 kapal Iran telah ditenggelamkan sejak akhir Februari, ketika perang berlangsung.

“Mereka tidak tahu betapa baiknya saya kepada mereka,” kata Trump.

Trump Singgung Perubahan Nama Selat Hormuz

Selain membahas kemungkinan berakhirnya konflik, Trump menyinggung Selat Hormuz yang menjadi salah satu titik penting dalam perang tersebut.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk mengganti namanya menjadi Selat Trump,” ujarnya.

Sebelumnya, Trump mengatakan perang dengan Iran kemungkinan berakhir segera setelah pemilu paruh waktu AS pada 3 November. Konflik tersebut juga menjadi salah satu isu utama dalam pemilu yang akan menentukan komposisi Kongres AS.

Meski tidak mencalonkan diri dalam pemilu itu, Trump aktif berkampanye untuk membantu kandidat Partai Republik mempertahankan kendali atas satu atau kedua kamar Kongres.

Konflik AS-Israel dan Iran Berdampak pada Energi Global

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz.

Konflik yang telah berlangsung lebih dari tujuh bulan itu turut mendorong kenaikan harga energi global. Kondisi tersebut terjadi karena lalu lintas kapal pengangkut minyak komersial melalui jalur strategis itu hampir sepenuhnya terhenti.

Pada Juni, AS dan Iran menandatangani kesepakatan kerangka setelah Pakistan dan Qatar berupaya memediasi kedua pihak untuk menghentikan permusuhan serta membuka jalan bagi perundingan.

Namun, pelaksanaan kesepakatan tersebut kemudian terhenti akibat sejumlah perbedaan, termasuk mengenai keamanan dan navigasi di Selat Hormuz.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online