Trump Klaim Aliran Minyak Selat Hormuz Pulih, Lampaui Level Sebelum Perang

Newswire
Newswire Rabu, 07 Oktober 2026 09:07 WIB
Trump Klaim Aliran Minyak Selat Hormuz Pulih, Lampaui Level Sebelum Perang

Kapal-kapal komersial dan tanker minyak yang bersiap melintasi Selat Hormuz—salah satu jalur perairan strategis paling krusial bagi arus perdagangan global—masih menunggu di Teluk Oman pada 17 Juni 2026. Antara/Shady Alassar - Andolu Agency

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah kembali pulih setelah sempat terganggu akibat konflik dengan Iran.

Trump mengatakan jutaan barel minyak kembali dialirkan melalui jalur strategis tersebut dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, menurut dia, volume pengiriman kini telah mencapai tingkat yang sama atau lebih tinggi dibandingkan sebelum perang pecah.

"Jutaan barel minyak telah dialirkan hanya dalam beberapa hari terakhir," kata Trump kepada wartawan, Selasa.

"Kita dapat melihatnya mengalir pada taraf yang setara atau bahkan melampaui jumlah sebelum perang," tambahnya.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama suplai energi dunia. Jalur tersebut digunakan untuk mengangkut minyak, produk petroleum, dan LNG.

Konflik AS dan Iran

Gangguan terhadap pelayaran di Selat Hormuz terjadi setelah perang antara Amerika Serikat dan Iran pecah melalui serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Teheran kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah titik di Timur Tengah.

Pada pertengahan Juni 2026, Teheran dan Washington sempat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan. Namun, pertempuran kembali pecah tidak lama setelah kesepakatan tersebut.

Hingga saat ini, konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Eskalasi konflik tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Aktivitas pelayaran di jalur itu secara efektif terhenti, padahal Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi distribusi komoditas energi dunia.

Harga minyak ikut terdampak

Gangguan pelayaran di Selat Hormuz turut memengaruhi pasokan energi global. Ketegangan di kawasan tersebut membuat distribusi minyak dan komoditas energi lainnya terganggu.

Kondisi itu kemudian mendorong kenaikan harga minyak di berbagai negara secara drastis.

Klaim Trump mengenai pulihnya aliran minyak melalui Selat Hormuz menunjukkan adanya perubahan pada aktivitas pengiriman energi di jalur tersebut setelah sebelumnya terganggu akibat eskalasi konflik.

Selat Hormuz merupakan jalur laut yang sangat strategis karena menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman serta Laut Arab. Selat ini menjadi salah satu titik sempit (chokepoint) paling krusial di dunia, di mana sekitar seperlima dari total pasokan minyak bumi mentah dunia melintas di perairan tersebut setiap harinya.

Mengingat posisinya yang berada di antara Iran dan Oman, dinamika politik serta keamanan di kawasan Selat Hormuz kerap berdampak langsung terhadap stabilitas harga energi dan perekonomian global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online