Kabut Asap Karhutla Kiriman Jambi dan Riau Masuk Sumbar

Newswire
Newswire Selasa, 25 Agustus 2026 07:17 WIB
Kabut Asap Karhutla Kiriman Jambi dan Riau Masuk Sumbar

Foto ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. - Magnific

Harianjogja.com, PADANG— Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar menyebut asap tersebut merupakan kiriman dari provinsi tetangga, bukan berasal dari wilayah Sumbar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar Tasliatul Fuaddi mengatakan sejumlah kabupaten dan kota yang berada di wilayah perbatasan terdampak asap dari kebakaran di provinsi sekitar.

"Sejumlah kabupaten atau kota di Sumbar berkabut karena mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga," kata Tasliatul Fuaddi di Padang, Senin.

Enam wilayah yang terdampak yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Lima Puluh Kota, sebagian wilayah Tanah Datar, serta Solok.

Jarak Pandang Menurun

Masuknya kabut asap membuat jarak pandang di sejumlah wilayah tersebut menurun dibandingkan kondisi normal. Kualitas udara juga ikut terdampak akibat asap yang masuk ke wilayah Sumbar.

Meski demikian, berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 23 Agustus, kualitas udara di wilayah Sumbar masih berada pada kategori baik hingga sedang.

Pemprov Sumbar tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

"Kenakan masker dan kurangi aktivitas luar ruangan demi menjaga kesehatan, kita menunggu upaya pemadaman yang tengah dilakukan oleh tim gabungan pemerintah sampai saat ini," katanya.

Titik Api di Sumbar Menurun

Tasliatul menjelaskan kabut asap yang masuk ke Sumbar berasal dari provinsi tetangga, yakni Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Menurut dia, kondisi tersebut diketahui dari perkembangan titik api di Sumbar yang justru mengalami penurunan cukup signifikan pada periode 14-23 Agustus dibandingkan periode 1-13 Agustus 2026.

Pada 1-13 Agustus 2026, jumlah titik api di Sumbar tercatat sebanyak 232 titik. Sementara pada 14-23 Agustus, jumlahnya turun lebih dari 50 persen menjadi 103 titik.

"Titik api di wilayah Sumbar mengalami penurunan, namun kabut asap masih terjadi di daerah-daerah yang berbatasan dengan provinsi tetangga," kata Tasliatul Fuaddi.

Di sisi lain, data Sipongi Gakkum Kehutanan periode 14-23 Agustus menunjukkan jumlah titik api di sejumlah provinsi tetangga masih tinggi.

Jambi tercatat memiliki 1.281 titik api, sedangkan Riau mencapai 1.433 titik. Jumlah tertinggi tercatat di Sumsel dengan 4.975 titik api.

Sementara itu, titik api di Bengkulu dan Sumatera Utara tercatat lebih rendah, masing-masing sebanyak 154 titik dan 214 titik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena asap dari kebakaran di wilayah provinsi tetangga dapat terbawa hingga daerah perbatasan Sumbar. Masyarakat di wilayah terdampak pun diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker sebagai langkah menjaga kesehatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online