Jet Sukhoi TNI AU Tergelincir, Ini Sejarah Pengadaan dan Spesifikasinya
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Kapal tanker very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride. ANTARA/HO-Pertamina
Harianjogja.com, KARAWANG—Kabar baik datang dari sektor energi nasional. PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker berukuran sangat besar atau very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman, salah satu jalur pelayaran paling krusial sekaligus rawan di dunia.
Keberhasilan ini menjadi momen penting setelah sebelumnya kapal tersebut sempat tertahan sejak Maret 2026 akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Teluk Arab. Kini, Pertamina Pride telah keluar dari wilayah tersebut dan kembali melanjutkan operasionalnya.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa kapal mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai dan sukses melewati Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 dini hari.
“Ini menunjukkan bahwa langkah mitigasi risiko dan pemantauan yang kami lakukan berjalan efektif, sehingga pelayaran dapat dilakukan dengan aman,” ujar Vega, Kamis (9/7/2026).
Keberhasilan ini juga menyusul kapal Gamsunoro yang lebih dulu berhasil melintasi jalur yang sama. Dengan demikian, dua kapal milik PIS yang sebelumnya tertahan kini sudah kembali beroperasi normal.
Dalam proses pelayarannya, PIS menerapkan standar keamanan ketat. Mulai dari pemilihan waktu dan rute, kesiapan teknis, perlindungan asuransi, hingga kondisi kru menjadi pertimbangan utama sebelum kapal diizinkan berlayar.
Selama perjalanan, kapal dipantau secara intensif selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim darat yang bersiaga di crisis center guna memastikan seluruh proses berjalan aman tanpa gangguan.
Vega memastikan seluruh kru dalam kondisi selamat dan sehat. Kapal dengan kapasitas hingga 2 juta barel minyak mentah tersebut kini tengah melanjutkan perjalanan menuju Cilacap untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
Diperkirakan, Pertamina Pride akan menempuh perjalanan selama sekitar 15 hari dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.
PIS juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, serta berbagai pihak yang turut membantu kelancaran proses ini.
Keberhasilan pelayaran ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang masih berfluktuasi.
Ke depan, PIS menegaskan akan terus memperkuat sistem pemantauan dan koordinasi internasional guna memastikan keamanan jalur distribusi energi, sekaligus menjaga keandalan pasokan minyak bagi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Olahraga tradisional Nusantara akan menjadi salah satu sajian utama dalam ASEAN Sports Day (ASD) 2026 yang digelar di Jogja pada 31 Agustus-6 September 2026
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut kabut asap karhutla mulai mereda. Transportasi darat, laut, dan udara di Kalimantan tetap beroperasi.
Rencana regrouping SDN Hargomulyo dengan SDN Banjaran ditolak warga. Disdikpora Kulonprogo akan meninjau ulang kebijakan tersebut.
GAIA Cosmo Hotel Yogyakarta berharap aksi solidaritas tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak, baik dari sektor swasta maupun masyarakat luas