Aksi Nyata BRI di Jogja, 500 Paket Sembako Dibagikan ke Jemaat Gereja
BRI Regional Yogyakarta menyalurkan 500 paket sembako ke 10 gereja di Jogja melalui program TJSL sebagai wujud kepedulian sosial dan berbagi manfaat.
Foto ilustrasi hujan. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis (18/6/2026) mengalami dinamika cukup signifikan. Hal ini dipicu oleh adanya sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Papua Barat yang meningkatkan potensi hujan di berbagai daerah.
Prakirawan BMKG, Alya Sausan, menjelaskan bahwa sirkulasi siklonik tersebut memicu terbentuknya pola konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari perairan utara Papua Barat hingga ke Laut Cina Selatan, Sulawesi, dan Kalimantan bagian utara. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Atmosfer saat ini cukup dinamis, sehingga masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar Alya.
Di wilayah Indonesia bagian barat, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Tanjung Selor. Sementara hujan ringan berpotensi turun di sejumlah kota seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Palembang, hingga Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Bandung.
Untuk wilayah Pulau Jawa, cuaca relatif lebih stabil. Kota-kota besar seperti Jakarta, Jogja, Semarang, Surabaya, dan Serang diprediksi didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Meski demikian, potensi perubahan cuaca tetap perlu diwaspadai, termasuk kemungkinan udara kabur di wilayah Bandar Lampung.
Sementara itu, di kawasan Indonesia timur, potensi cuaca ekstrem lebih tinggi. BMKG memperingatkan hujan disertai kilat atau petir berpeluang terjadi di Manado dan Ternate. Selain itu, hujan dengan intensitas sedang juga diprakirakan mengguyur Mamuju.
Adapun hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Palu, Sorong, Manokwari, Ambon, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, Merauke, dan Kupang. Fenomena atmosfer lainnya seperti kabut asap juga diperkirakan muncul di Kendari, serta udara kabur di Mataram.
BMKG menegaskan bahwa kondisi atmosfer yang aktif dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik situs web maupun media sosial.
Dengan meningkatnya potensi hujan di berbagai wilayah, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya di daerah rawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BRI Regional Yogyakarta menyalurkan 500 paket sembako ke 10 gereja di Jogja melalui program TJSL sebagai wujud kepedulian sosial dan berbagi manfaat.
DKP Bantul memastikan musim kemarau belum mengganggu budidaya ikan. Ketersediaan air masih aman, sementara pembenihan diperkuat dengan teknologi indoor.
Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis (serang terbaik) vs Spanyol (pertahanan terbaik). Mbappe vs Yamal, rekor 36 laga tak terkalahkan Spanyol diuji.
Samsung kembali menjadi vendor smartphone terbesar dunia pada kuartal II 2026. Krisis memori global membuat pasar HP lesu dan harga perangkat berpotensi naik.
Memasuki tahun ajaran baru, orang tua perlu menentukan uang saku anak secara tepat. Simak cara menghitung nominal ideal sekaligus mengajarkan literasi keuangan
Superkomputer Opta menempatkan Prancis sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 dengan peluang 34,05 persen. Argentina justru berada di posisi terakhir di antara