Momentum Bangkitkan Kepedulian, GDA Sembelih 8 Sapi dan 3 Kambing

Newswire
Newswire Rabu, 27 Mei 2026 19:07 WIB
Momentum Bangkitkan Kepedulian, GDA Sembelih 8 Sapi dan 3 Kambing

Kegiatan salah Iduladha 1447 H. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Salat Iduladha berjamaah sekaligus penyembelihan hewan kurban digelar di SMA Global Darussalam Academy (GDA) Sleman, Rabu (27/5/2026). Hal itu sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan nilai sosial bagi para siswa. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut melibatkan seluruh civitas akademika, mulai dari pelajar, guru, tenaga kependidikan SMA GDA, hingga siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB).

Meski baru memasuki tahun angkatan pertama, sekolah boarding school dengan kurikulum International Baccalaureate Diploma Programme (IB DP) itu mampu menyembelih delapan ekor sapi dan tiga ekor kambing. Daging kurban kemudian disalurkan kepada warga sekitar, tenaga pendidik, dan masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pembelajaran tentang empati, kebersamaan, dan gotong royong.

Tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial, pelaksanaan kurban di SMA GDA dan SMA KTB juga menjadi ruang refleksi terhadap kondisi global dan nasional saat ini. Eesensi ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan simbol untuk menundukkan ketergantungan manusia terhadap hal-hal selain Allah.

"Siapa Ismail-Ismail kita? Ismail kita adalah orang, barang, atau sesuatu apa pun yang menjadikan kita bersandar kepada selain Allah karena kita merasa terlalu bergantung kepada sesuatu itu. Di mana yang paling banyak kita sandarkan di dunia ini adalah nafsu kita," ujar Founder Global Darussalam Academy, Muhammad Romahurmuziy SMA GDA saat memberikan keterangan, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, makna Iduladha perlu dipahami lebih mendalam sebagai upaya menyembelih hawa nafsu dan sifat kebinatangan dalam diri manusia. Langkah tersebut diyakini dapat membantu meredam amarah dan konflik yang memicu peperangan di berbagai negara sehingga perdamaian dunia dapat kembali terjalin.

Kurban Dinilai Dorong Pergerakan Ekonomi

Selain memiliki dimensi spiritual (nafsiyah), ibadah kurban juga disebut memberi dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Hal itu dinilai semakin penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia yang melaksanakan kurban dalam skala besar setiap tahunnya.

Pemulihan kesejahteraan masyarakat masih menjadi tantangan besar, baik bagi pemerintah global maupun Pemerintah Indonesia. Kondisi tersebut dipicu kenaikan harga berbagai kebutuhan yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

"Hari ini kita melihat secara seksama harga-harga naik dalam angka yang signifikan akibat kenaikan harga BBM, meskipun pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Namun akibat naiknya harga non-subsidi dan komponen lainnya, ternyata harga bangunan serta kebutuhan masyarakat sebagiannya juga ikut naik," lanjutnya.

Kenaikan harga berbagai kebutuhan tersebut disebut berimbas pada menurunnya tingkat pendapatan masyarakat. Dampaknya juga terlihat dari penurunan jumlah tabungan pihak ketiga di perbankan nasional dibandingkan periode yang sama pada 2025 lalu.

Melalui pelaksanaan kurban Iduladha 1447 H secara masif, ia berharap perputaran ekonomi masyarakat dapat kembali bergerak. Distribusi daging kurban secara gratis dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjadi stimulus bagi sektor peternakan dan distribusi logistik lokal.

"Dengan demikian, kita berharap adanya ibadah kurban ini menjadikan perang berhenti, ekonomi kembali stabil, dan seluruh guncangan yang menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat akibat angkara murka bisa normal kembali," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online