Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Foto ilustrasi pipa gas. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah mengkaji penggunaan CNG sebagai pengganti LPG 3 kg untuk rumah tangga. Selain menekan impor, harga CNG diproyeksikan lebih murah hingga 30 persen.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna menekan ketergantungan impor energi nasional.
Kajian tersebut disampaikan usai rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan. Pemerintah kini mulai mengembangkan skema penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga, yang selama ini masih didominasi LPG subsidi.
Menurut Bahlil, pemanfaatan CNG sebenarnya bukan hal baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, hingga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, penggunaannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.
Pemerintah kini tengah menguji coba pengembangan tabung CNG berukuran kecil yang setara dengan LPG 3 kilogram. Tantangan utama dalam pengembangan ini terletak pada aspek teknis, terutama tekanan gas yang jauh lebih tinggi dibandingkan LPG.
“Untuk ukuran 3 kilogram, tabungnya masih dalam tahap uji coba karena tekanannya cukup besar. Dalam dua hingga tiga bulan ke depan kami harapkan sudah ada hasilnya,” kata Bahlil.
Ia menambahkan, apabila hasil uji coba dinyatakan layak, pemerintah membuka peluang konversi bertahap dari LPG ke CNG untuk kebutuhan rumah tangga.
Dari sisi ketersediaan, CNG dinilai lebih unggul karena seluruh bahan bakunya berasal dari dalam negeri. Indonesia memiliki cadangan gas alam yang melimpah, termasuk temuan terbaru di Kalimantan Timur yang berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik.
Terkait skema subsidi, pemerintah masih melakukan kajian menyeluruh. Opsi pemberian subsidi tetap terbuka, namun mekanisme serta besaran volumenya masih dalam pembahasan lintas kementerian.
“Semua masih dikaji, termasuk kemungkinan subsidi dan besaran volumenya,” ujarnya.
Secara ekonomi, CNG diperkirakan memiliki harga sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan LPG karena tidak bergantung pada impor serta memiliki biaya distribusi yang lebih efisien.
Bahlil menegaskan, penggunaan CNG dalam skala besar sebenarnya telah berjalan di sejumlah wilayah, khususnya di Pulau Jawa, sehingga secara teknologi dinilai siap untuk diperluas sebagai solusi energi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.