Pit Lane Walk Mandalika 2026, Penonton Antusias Intip Garasi MotoGP
Pit Lane Walk MotoGP Mandalika 2026 dipadati penonton yang ingin melihat motor balap, garasi tim, serta pembalap seperti Marc Márquez.
Logo Nahdlatul Ulama (NU)
Harianjogja.com, JOMBANG—Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menegaskan pentingnya pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengembalikan organisasi ke Qonun Asasi atau aturan dasar yang menjadi pijakan sejak awal berdiri.
Ia menilai penguatan kembali aturan dasar dan AD/ART menjadi kunci agar NU tetap berada pada jalur gerakan yang solid, inklusif, dan mengedepankan persatuan.
“NU itu dikembalikan ke Qonun Asasi, ikuti aturan yang ada (AD/ART). NU itu harokah, NU itu gerakan, para muassis mengajarkan ukhuwah, persatuan, solid, dan memberi contoh yang baik,” kata Gus Kikin dalam keterangannya di Kabupaten Jombang, Minggu.
Ia menekankan NU sebagai organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam menjaga ukhuwah atau persatuan umat. Karena itu, ia berharap NU dapat terus memberikan teladan yang baik bagi masyarakat luas.
Menurutnya, kembali pada Qonun Asasi akan memperkuat NU sebagai organisasi yang tidak hanya besar secara struktur, tetapi juga kokoh secara nilai dan tujuan.
“NU akan kuat kalau ada ukhuwah, solid, dan memberi contoh baik,” ujarnya.
Gus Kikin juga menyoroti sejarah pendirian NU yang tidak lepas dari dinamika global pada masa itu, termasuk pembentukan Komite Hijaz sebagai respons terhadap situasi di dunia Islam. Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa NU sejak awal memiliki orientasi gerakan yang luas.
Ia menambahkan, pertemuan di Kertopaten, Surabaya menjadi titik penting lahirnya nama Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi resmi yang mewadahi perjuangan tersebut.
“Anggota jamiyah itu juga ada dari Mesir dan India yang bermukim di Surabaya. Jadi, NU itu sudah lama bersifat global dari sikap/tujuan dan anggota. NU juga bukan hanya pemikiran, tapi gerakan, karena itu ada Qonun Asasi,” kata Ketua PWNU Jawa Timur tersebut.
Terkait Muktamar NU 2026 yang direncanakan digelar pada awal Agustus, Gus Kikin menyatakan siap menjalankan amanah apabila diberikan kepercayaan, namun menegaskan dirinya tidak pernah meminta untuk dipilih.
“Kalau saya didorong ya jalan, kan saya maju itu sebagai kewajiban ya sudah. Kalau tidak ada yang dorong ya nggak apa-apa, karena yang penting itu saya tidak meminta. Yang penting juga, jangan mendorong dengan menghalalkan segala cara, itu nggak mau saya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Prof Dr KH Masykuri Bakri juga berharap Muktamar NU 2026 dapat memperkuat kembali semangat persatuan dalam tubuh organisasi.
“NU harus didudukkan kembali sebagaimana yang dirintis oleh KH Hasyim Asy'ari yakni bisa membawa nuansa persatuan. Persatuan dan kesatuan itu kunci utama, kami berdoa agar NU kembali ke khittah,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya mengembalikan arah organisasi agar tetap sejalan dengan nilai-nilai pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, terutama dalam menjaga khittah organisasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pit Lane Walk MotoGP Mandalika 2026 dipadati penonton yang ingin melihat motor balap, garasi tim, serta pembalap seperti Marc Márquez.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Senin 12 Oktober 2026, lengkap dengan jam keberangkatan ke Sleman, Condongcatur, Gamping, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin, 12 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Senin, 12 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan reguler. Cek jam keberangkatan dari Jogja, Wates, dan YIA.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.