Harga Emas Hari Ini Turun, Cek Antam, UBS dan Galeri24 di Sini
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. - ist-MPR
Harianjogja.com, JAKARTA— Isu kesehatan mental pelajar kembali menjadi sorotan setelah muncul dorongan agar aspek tersebut dijadikan bagian inti dalam kurikulum pendidikan nasional.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai sistem pendidikan saat ini masih terlalu berfokus pada capaian akademik, sementara kondisi mental dan emosional siswa belum mendapat perhatian yang seimbang.
"Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka sekolah tanpa disadari akan menjadi ruang yang justru memproduksi tekanan, bukan membangun ketahanan. Kesehatan mental harus menjadi bagian inti dalam kurikulum nasional," ujarnya.
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan pada awal 2026 menunjukkan sekitar 5 persen anak dan remaja di Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan.
Temuan tersebut diperkuat hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Maret 2026 yang mencatat satu dari sepuluh anak memiliki indikasi masalah kesehatan mental. Dari sekitar tujuh juta anak yang disaring, 4,8 persen mengalami gejala depresi dan 4,4 persen mengalami kecemasan.
Namun, hanya sekitar 2,6 persen anak dan remaja yang mendapatkan penanganan profesional, menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam akses layanan kesehatan mental.
Lestari juga menyoroti dampak yang lebih luas, termasuk meningkatnya kasus kriminal yang melibatkan anak, seperti peristiwa di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dan di Semarang, Jawa Tengah.
"Itu adalah gejala. Gejala dari sistem yang gagal membekali mereka dengan kemampuan paling dasar sebagai manusia, yaitu memahami diri sendiri," tegasnya.
Ia mengingatkan, tanpa intervensi serius, Indonesia berisiko kehilangan satu generasi akibat tekanan mental yang tidak tertangani sejak dini.
Menurutnya, memasukkan kesehatan mental ke dalam kurikulum akan membantu sekolah lebih terbuka terhadap kondisi psikologis siswa, sekaligus memastikan adanya dukungan dan layanan yang layak dari tenaga pendidik.
Langkah ini dinilai penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dalam menghadapi tantangan masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.
Megawati Soekarnoputri dan Dubes Kuwait membahas konflik Timur Tengah, Palestina, hingga stabilitas Selat Hormuz di Jakarta.
Siapa sangka kotoran ayam yang selama ini sering dianggap limbah meresahkan ternyata bisa jadi aset berharga
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.