Polres Bantul Bongkar Peredaran Miras Ilegal di Enam Lokasi
Polres Bantul membongkar peredaran miras ilegal di enam titik dan menyita puluhan botol minuman beralkohol tanpa izin.
Bendera Iran.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Iran secara tegas menyatakan kesiapannya untuk terus melakukan pembelaan diri terhadap setiap ancaman militer asing tanpa batasan waktu. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa posisi negaranya saat ini sangat solid dan tidak berada dalam posisi memohon perdamaian atau gencatan senjata kepada pihak mana pun, termasuk Amerika Serikat (AS).
Ketegasan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya tensi geopolitik yang melibatkan kekuatan militer Washington di kawasan Timur Tengah. Araghchi mengingatkan bahwa segala bentuk agresi terhadap kedaulatan Teheran tidak akan pernah memberikan keuntungan strategis maupun kemenangan bagi pihak penyerang.
“Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta perundingan. Kami siap mempertahankan diri selama diperlukan,” kata Araghchi dalam wawancara eksklusif dengan CBS News, Minggu (15/3/2026).
Selain masalah konfrontasi militer, Menlu Iran juga mengungkapkan fakta terkait pengamanan jalur perdagangan maritim yang sangat krusial. Ia mengeklaim bahwa sejumlah negara telah secara proaktif menjalin komunikasi dengan Teheran untuk memastikan kapal-kapal dagang mereka dapat melintas tanpa gangguan di perairan strategis.
Meskipun tidak merinci identitas negara-negara tersebut, Araghchi memastikan bahwa koordinasi mengenai jalur aman ini berada di bawah kendali penuh otoritas militer. Kebijakan pemberian perlindungan bagi kapal-kapal tertentu merupakan keputusan taktis untuk menjamin stabilitas navigasi internasional di tengah situasi yang sedang memanas.
“Hal ini menjadi kewenangan militer kami untuk memutuskan, dan mereka telah memutuskan untuk mengizinkan sekelompok kapal dari berbagai negara melintas secara aman dan terlindungi,” ujarnya saat menjelaskan perkembangan komunikasi internasional terkait akses pelayaran.
Pernyataan diplomatik ini sekaligus memperjelas kendali Iran atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur urat nadi distribusi energi global. Dengan mengelola akses lalu lintas di selat tersebut, Teheran memposisikan diri sebagai otoritas utama yang mampu menentukan tingkat keamanan pelayaran komersial sebagai bentuk daya tawar terhadap tekanan ekonomi dan militer dari negara-negara Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polres Bantul membongkar peredaran miras ilegal di enam titik dan menyita puluhan botol minuman beralkohol tanpa izin.
Studi terbaru mengungkap cuaca ekstrem akibat perubahan iklim mengancam keselamatan jemaah haji dengan risiko panas mematikan di Tanah Suci.
Polri menegaskan tak ada tempat bagi judi online di Indonesia usai mengamankan 321 WNA dalam pengungkapan jaringan internasional di Jakarta.
Warga Karangsari Kulonprogo menerima ganti rugi Tol Jogja-YIA hingga Rp7,1 miliar. Total pencairan mencapai Rp85,2 miliar.
Iran disebut mengandalkan “armada nyamuk” berisi ribuan kapal cepat dan rudal untuk mengontrol Selat Hormuz di tengah tensi Timur Tengah.
Polisi mengamankan 83 motor brong saat razia konvoi liar di Prambanan Klaten. Petugas juga menyita miras dan korek api berbentuk pistol.