Indonesia Kalah 1-3 dari Filipina di SEA V Cup 2026
Indonesia kalah 1-3 dari Filipina pada Leg 2 SEA V Cup Women's 2026 setelah melewati drama panjang pada set keempat.
Presiden Prabowo Subianto. ANTARA/Fathur Rochman
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan memberikan taklimat khusus kepada seluruh rakyat Indonesia dalam waktu dekat untuk menjelaskan kondisi global yang tengah bergejolak serta langkah yang perlu disiapkan bangsa menghadapi situasi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat meresmikan 218 jembatan di berbagai daerah secara virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin.
Menurut Prabowo, situasi geopolitik dunia saat ini semakin memanas, terutama akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan global.
“Akibat perang di Timur Tengah kita harus siap menghadapi kesulitan, kita punya kekuatan yang besar tapi saya juga akan jujur saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat,” kata Presiden.
Ia menilai dunia saat ini sedang menghadapi ketidakpastian akibat persaingan dan pertikaian antar kekuatan besar. Kondisi tersebut berpotensi memicu dampak ekonomi dan geopolitik yang lebih luas bagi banyak negara.
“Seluruh dunia sedang mengalami goncangan akibat perang di Timur Tengah. Kita terus terang saja harus menghadapi kesulitan,” ujar Prabowo.
Meski demikian, Presiden memastikan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global secara intensif. Ia mengaku rutin mempelajari berbagai data dan indikator ekonomi guna memastikan kebijakan yang diambil tetap tepat.
“Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka setiap hari. Kita temukan terus kekayaan-kekayaan baru. Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu perkiraan saya. Kita akan keluar dari krisis ini yang lebih kuat,” katanya.
Prabowo juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional, terutama pada sektor pangan dan energi.
Ia menyebut upaya panjang pemerintah untuk mencapai swasembada pangan mulai menunjukkan hasil positif, termasuk keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras sebagai makanan pokok.
“Kita bersyukur bahwa kita hampir mencapai swasembada pangan. Kita sudah sampai swasembada beras, tapi kita sebentar lagi juga akan mencapai kemampuan memenuhi kebutuhan protein kita,” ujarnya.
Di tengah ketidakpastian global, ketahanan pangan dinilai menjadi faktor penting agar Indonesia tetap stabil meskipun banyak negara menghadapi tekanan ekonomi.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong kemandirian energi dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri, termasuk bahan bakar berbasis komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu.
Pada kesempatan tersebut, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bekerja keras, menjaga persatuan, serta bersyukur atas potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia.
“Kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersyukur,” kata Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia kalah 1-3 dari Filipina pada Leg 2 SEA V Cup Women's 2026 setelah melewati drama panjang pada set keempat.
DLH Kota Jogja memeriksa air sumur warga sekitar pabrik kulit PT Sinar Obor. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tujuh hari.
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY membuka layanan Pasporia di Alun-Alun Wates. Layanan paspor di ruang publik ini akan diperluas ke Bantul dan Kulon Progo.
Kemenag segera menyalurkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026 senilai Rp4,1 triliun untuk 83 ribu lembaga pendidikan.
Kebakaran hutan terjadi di lereng Gunung Merapi, Magelang. Sebanyak 2.000 meter persegi lahan terbakar dan api padam setelah hampir tujuh jam.
Hasil Magang Nasional 2026 telah diumumkan. Fresh graduate yang belum lolos bisa memperkuat portofolio dengan lima langkah ini.