El Nino hingga Oktober, Pemerintah Waspadai Karhutla di 6 Provinsi
Kemenko Polkam mewaspadai karhutla di enam provinsi saat El Nino. Pemerintah menyiapkan operasi udara dan darat untuk mencegah kebakaran meluas.
Owner HKB Gold Jewelry, Vera Kurniawati, (kanan) saat pameran di BSI Ambarrukmo Plaza, 27 Februari 2026. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Tren investasi emas di Yogyakarta menunjukkan sinyal positif. Alih-alih menurun, minat masyarakat justru meningkat seiring kenaikan harga emas yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini dimanfaatkan Hakabe (HKB) Gold Jewelry dengan menghadirkan berbagai promo serta skema cicilan yang dinilai ramah bagi calon investor.
Owner HKB Gold Jewelry, Vera Kurniawati, menuturkan emas masih menjadi instrumen investasi favorit karena memiliki kecenderungan nilai yang stabil dan terus bertumbuh. Ia menyebut, rata-rata kenaikan harga emas saat ini mencapai sekitar 5 persen per bulan atau setara 60 persen dalam setahun.
“Dengan bunga cicilan hanya sekitar 10 persen, secara hitungan masih ada potensi keuntungan hingga 50 persen. Terutama bagi nasabah yang mengambil tenor panjang, misalnya lima tahun. Bahkan sering kali sebelum cicilan lunas, harga emas sudah melonjak jauh,” ujarnya di sela BSI Fest Ramadan di Ambarrukmo Plaza Yogyakarta yang digelar pada 26 Februari – 1 Maret 2026.
Kerja Sama dengan BSI, Harga Bisa Dikunci Sejak Awal
Untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan emas, HKB Gold Jewelry menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia. Melalui skema ini, nasabah dapat mengunci harga emas cukup dengan uang muka sebesar 20 persen.
“Sistem di BSI mirip gadai, tetapi barangnya langsung tersedia. Selain itu, kami juga menyediakan cicilan internal di kantor dengan pembiayaan hingga 100 persen dari nilai barang,” jelasnya.
Dari sisi kualitas, dr Vera memastikan seluruh produk emas HKB memiliki standar Logam Mulia (LM) 999,9 dengan uji densitas di angka 19,30. Selain emas batangan untuk investasi, HKB juga mengembangkan lini perhiasan custom yang permintaannya meningkat menjelang Lebaran.
“Pesanan pin, bros, hingga gelang dan kalung nama biasanya naik signifikan. Untuk Lebaran, gelang nama paling banyak diminati karena lebih terlihat saat dikenakan, apalagi bagi pengguna hijab. Umumnya konsumen memilih berat 1 gram agar tetap terjangkau namun tetap menarik,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenko Polkam mewaspadai karhutla di enam provinsi saat El Nino. Pemerintah menyiapkan operasi udara dan darat untuk mencegah kebakaran meluas.
Pecco Bagnaia gagal finish di MotoGP Inggris 2026 karena kehilangan grip ban depan secara misterius, sementara pembalap Ducati lainnya justru cepat.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian 11 Agustus 2026 stagnan. Emas Antam 1 gram tetap Rp2,798 juta.
KPK menelusuri dugaan aliran dana kasus korupsi Bank BJB senilai Rp223 miliar yang disebut mengalir ke Lisa Mariana melalui skema nomine.
11 Agustus penuh peringatan: Hari Hip Hop, Hari Kemerdekaan Chad, Hari Gunung Jepang, dan tiga momen penting lainnya. Simak daftar lengkapnya di sini.
Exchange Traded Fund (ETF) Emas resmi diluncurkan dan mulai tercatat serta diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026).