Tim Sparta Amankan 7 Muda-Mudi Pesta Miras di Taman Kampus ISI Solo
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri acara Kolaborasi Kopdes Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan di Desa Ranjeng, Serang, Banten, Selasa (24/2/2026). ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT.
Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Yandri Susanto) mengusulkan agar pemerintah menghentikan sementara penerbitan izin pendirian minimarket baru. Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi dan menghidupkan unit usaha masyarakat desa serta memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih.
Yandri menjelaskan, usulan itu muncul dari banyaknya keluhan pedagang kecil di desa, khususnya pemilik toko kelontong, yang kesulitan bersaing dengan jaringan ritel modern yang terus berekspansi hingga ke wilayah pedesaan.
“Saya tidak pernah mengusulkan minimarket ditutup. Silakan tetap berjalan. Yang saya minta adalah penghentian izin baru. Jangan sampai minimarket terus masuk ke desa-desa dan akhirnya mematikan usaha rakyat,” ujar Yandri saat memberikan sambutan pada agenda Kolaborasi Kopdes Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Selasa.
Menurut Yandri, penguatan ekonomi desa sejalan dengan arah pembangunan nasional, khususnya visi Astacita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari tingkat paling bawah. Dalam konteks itu, Kopdes Merah Putih dinilai menjadi instrumen strategis untuk pemerataan ekonomi.
Ia menyebutkan, keuntungan Kopdes Merah Putih setidaknya sebesar 20 persen akan masuk sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD) dan Sisa Hasil Usaha (SHU), yang selanjutnya dikelola kembali untuk kepentingan masyarakat desa.
“Desa dan kelurahan itu berada di garis depan pembangunan. Mereka berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga penguatan ekonomi di level ini sangat menentukan,” katanya.
Yandri menambahkan, keberadaan Kopdes Merah Putih menjadi alat yang efektif untuk memastikan distribusi manfaat ekonomi berjalan lebih adil dan merata.
“Dalam rangka pemerataan ekonomi, Koperasi Desa Merah Putih adalah alat yang jitu dan akurat untuk memastikan pemerataan itu benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendorong seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk bersinergi memanfaatkan peluang penguatan ekonomi desa. Selain meningkatkan kesejahteraan warga, langkah tersebut juga diharapkan mampu menekan laju urbanisasi serta mencegah berbagai dampak sosial yang menyertainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Manajer Kopdes Merah Putih segera ditempatkan. Pemerintah mengatur gaji berdasarkan UMP dan PKWT dua tahun di bawah Agrinas.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Wisatawan dari kawasan Malioboro yang hendak menuju Pantai Parangtritis dapat memanfaatkan Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.