Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Kapolri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menghadiri agenda peringatan HUT KSPSI ke-53 di PT Victory Chingluh Indonesia di Tangerang, Senin. (ANTARA/Azmi Samsul M)
Harianjogja.com, JAKARTA— Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripka MS terhadap dua pelajar di Maluku Tenggara. Dalam peristiwa tersebut, satu korban dilaporkan meninggal dunia.
“Saya kira hal-hal yang seperti itu kita transparan,” kata Kapolri dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Sigit menegaskan, Korps Bhayangkara saat ini tengah melakukan penyelidikan dan pendalaman secara menyeluruh terhadap kasus tersebut. Ia memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
Sebelumnya, Bripka MS diduga memukul kepala siswa MTsN Maluku Tenggara berinisial AT (14) hingga mengalami luka serius dan meninggal dunia. Tidak hanya itu, oknum anggota yang bertugas di Mako Brimob Pelopor C tersebut juga diduga menganiaya NK (15), kakak korban, hingga mengalami patah tulang.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir menegaskan komitmen institusinya untuk bersikap tegas dalam penanganan perkara tersebut.
“Polri berkomitmen tegas dalam proses penegakan hukum dan kode etik terhadap individu yang terlibat secara transparan dan akuntabel,” kata Johnny dalam keterangannya, Sabtu.
Johnny juga mengajak keluarga korban serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses penegakan hukum agar berjalan sesuai prinsip hukum yang berlaku. Menurutnya, keterbukaan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Di sisi lain, Polri turut menyampaikan permohonan maaf atas tindakan oknum anggotanya yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Tindakan tersebut disebut berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah satu korban dalam peristiwa ini,” ujarnya.
Polri juga menyatakan empati serta dukungan kepada keluarga korban agar diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.