Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik Ancol, Ini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock
Harianjogja.com, JAKARTA—Aktivitas gempa susulan pascagempa magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, mulai menunjukkan tren penurunan frekuensi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi kegempaan berangsur stabil, meski masyarakat tetap diminta waspada terhadap dampak lanjutan.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan hingga Sabtu tercatat sebanyak 24 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 4,0 dan terkecil 2,2. Data tersebut dihimpun dari hasil pemantauan intensif BMKG sejak gempa utama terjadi.
“Frekuensi kejadian gempa susulan sudah menurun dan jarang terjadi. Masyarakat diimbau tidak khawatir berlebihan. Sudah luruh,” ujar Daryono di Jakarta, Sabtu.
BMKG mencatat gempa susulan paling banyak terjadi pada rentang waktu pukul 01.00 hingga 06.00 WIB pada Jumat pagi, dengan jumlah mencapai 11 kejadian. Setelah periode tersebut, aktivitas gempa dilaporkan terus menurun secara signifikan.
Sebelumnya, BMKG mendeteksi gempa bumi bermagnitudo 6,2 pada Jumat (6/2) pukul 01.06 WIB, dengan pusat gempa berada di laut tenggara Pacitan pada kedalaman 58 kilometer. Gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa megathrust dangkal, yang menyebabkan guncangan terasa luas di sejumlah wilayah.
Guncangan dirasakan dengan intensitas IV MMI di Pacitan, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Sleman, kemudian III MMI di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, Surakarta, hingga Banjarnegara, serta II MMI di Tuban dan Jepara.
BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan serta mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya susulan.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak gempa hingga Jumat sore menyentuh 224 jiwa di tiga provinsi, dengan 40 orang mengalami luka-luka di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Guncangan gempa dilaporkan terasa kuat selama dua hingga tiga detik di Kabupaten Pacitan dan Trenggalek, serta dirasakan di berbagai wilayah lain di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Pacitan dan Trenggalek di Jawa Timur, Kabupaten Bantul di DI Yogyakarta, serta Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, dan Wonogiri di Jawa Tengah. Kerusakan sementara tercatat pada sejumlah rumah dan fasilitas umum.
Di Jawa Timur, kerusakan meliputi 29 rumah, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa. Sementara di Jawa Tengah, tercatat 18 rumah rusak, lima fasilitas pendidikan, serta masing-masing satu fasilitas peribadatan, kesehatan, dan fasilitas umum. Adapun di DI Yogyakarta, dilaporkan delapan rumah terdampak, termasuk fasilitas pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah yang masih dalam proses pendataan lanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.