Mentan Amran Sulaiman Izinkan Cabut Izin Beras Fortifikasi Nakal
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.cm, JAKARTA—Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor teknologi Amerika Serikat sepanjang 2025 kerap dikaitkan dengan pesatnya adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Namun, data dan dinamika industri menunjukkan bahwa AI bukan faktor utama, melainkan bagian dari koreksi besar pascaperekrutan masif pada masa pandemi Covid-19.
Sepanjang 2025, hampir 55.000 kasus PHK di Amerika Serikat dilaporkan berkaitan dengan pemanfaatan AI. Kendati demikian, angka tersebut hanya sebagian kecil dari total PHK nasional yang mencapai sekitar 1,17 juta orang di berbagai sektor industri. Kondisi ini memperlihatkan bahwa AI bukan satu-satunya penyebab utama hilangnya lapangan kerja di sektor teknologi.
Survei terhadap para pemimpin perusahaan justru menunjukkan banyak CEO belum merasakan pengembalian investasi yang signifikan dari penerapan AI. Ketimpangan antara besarnya belanja AI dan hasil yang belum optimal memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana teknologi tersebut benar-benar memengaruhi keputusan PHK massal.
Selain faktor teknologi, perusahaan juga menyebut restrukturisasi organisasi, kenaikan biaya operasional, serta ketidakpastian ekonomi global sebagai alasan dominan pengurangan tenaga kerja. Kekhawatiran AI menggantikan peran manusia, khususnya di bidang layanan pelanggan dan dukungan teknis, memang ada, tetapi faktor nonteknologi tetap memegang peran besar.
Di sektor teknologi, AI tetap memberi kontribusi terhadap perubahan struktur tenaga kerja. Dilansir dari BGR, Senin (2/2/2026), Microsoft menjadi salah satu perusahaan yang paling disorot setelah memberhentikan sekitar 15.000 karyawan pada 2025. Langkah ini terjadi di tengah investasi perusahaan sebesar US$80 miliar atau sekitar Rp1,3 kuadriliun untuk pembangunan pusat data AI, sehingga AI kerap dianggap sebagai pemicu utama PHK.
Namun, dinamika berbeda terlihat pada kasus IBM. Perusahaan ini memang melakukan PHK terhadap sekitar 8.000 karyawan, tetapi secara bersamaan juga membuka rekrutmen dalam jumlah besar. CEO IBM Arvind Krishna menyatakan jumlah total karyawan perusahaan justru meningkat. PHK terutama menyasar posisi generalis, sementara IBM kini lebih fokus merekrut tenaga kerja dengan keahlian spesifik seperti rekayasa perangkat lunak dan pemasaran.
Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah profesional berpengalaman, khususnya di bidang sumber daya manusia, yang hingga kini masih menghadapi kesulitan memperoleh pekerjaan baru. Bahkan ketika perusahaan tidak secara eksplisit menyebut AI sebagai alasan PHK, teknologi ini tetap memengaruhi strategi bisnis dan kebijakan efisiensi biaya.
Kekhawatiran akan potensi pecahnya gelembung AI juga mendorong perusahaan mengambil langkah antisipatif dengan menekan pengeluaran, termasuk melalui pengurangan tenaga kerja. Strategi ini ditempuh untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di luar AI, koreksi atas perekrutan berlebihan selama pandemi menjadi faktor signifikan. Amazon, misalnya, memangkas sekitar 14.000 karyawan pada 2025 sebagai upaya menyesuaikan kembali ukuran organisasi setelah ekspansi besar-besaran saat tren kerja jarak jauh meningkat.
Perusahaan teknologi juga menghadapi tekanan lain, seperti dinamika perdagangan global, perubahan pola konsumsi, serta tuntutan efisiensi yang semakin tinggi. Dalam banyak kasus, PHK menjadi bagian dari strategi penyesuaian skala agar perusahaan tetap kompetitif di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Berdasarkan berbagai data dan studi ekonomi, adopsi AI memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi PHK di sektor teknologi. Namun, sebagian besar PHK pada 2025 terjadi karena alasan struktural dan ekonomi, bukan semata-mata akibat AI, yang lebih berperan sebagai faktor pendukung, bukan penyebab utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.
Upah minimum 2027 belum ditetapkan. Menaker Yassierli mengatakan formulanya menunggu hasil RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.
NASA beralih dari ThinkPad ke HP ZBook untuk operasional di ISS. Peralihan dimulai 2016 dan mengakhiri perjalanan panjang ThinkPad di antariksa.
Rosé BLACKPINK resmi merilis single New Trick pada 18 September 2026. MV garasi-punk ini disutradarai Dave Meyers dan direkam dengan iPhone 18 Pro.
Satpam SMAN 1 Sentolo diberhentikan setelah dugaan tindakan tidak pantas terhadap siswi. Disdikpora DIY mendalami dugaan intimidasi siswa.
FAM mengumumkan 23 pemain Malaysia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia. Bergson da Silva, Manuel Hidalgo, dan Brad Tapp masuk skuad.