Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Gempa Pacitan M5,7 mengguncang wilayah Jawa Timur pada Selasa (27/1/2026) pagi dan terasa hingga sejumlah daerah di Pulau Jawa serta Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa gempa tektonik tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Ist/bmkg
Harianjogja.com, JOGJA — Gempa Pacitan M5,7 mengguncang wilayah Jawa Timur pada Selasa (27/1/2026) pagi dan terasa hingga sejumlah daerah di Pulau Jawa serta Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa gempa tektonik tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan pemutakhiran data BMKG, guncangan terjadi sekitar pukul 08.20.44 WIB dengan episenter berada pada koordinat 8,18 derajat Lintang Selatan dan 111,33 derajat Bujur Timur. Titik pusat gempa terletak di darat, sekitar 24 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman mencapai 122 kilometer.
BMKG menjelaskan gempa Pacitan M5,7 termasuk dalam kategori gempa menengah yang dipicu oleh deformasi batuan di dalam lempeng bumi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan gempa bertipe naik atau thrust fault.
Dampak getaran dirasakan cukup luas. Wilayah Pacitan, Karangkates, serta Tulungagung mengalami intensitas III hingga IV MMI, yang berarti pada siang hari guncangan dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
Sementara itu, daerah Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar merasakan gempa dengan intensitas III MMI, ditandai getaran nyata seolah-olah ada kendaraan besar melintas.
Getaran dengan skala II hingga III MMI juga dirasakan di Madiun, Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, dan Mojokerto. Pada intensitas tersebut, getaran masih terasa di dalam rumah meski tidak menimbulkan kepanikan.
Adapun wilayah Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, hingga Mataram merasakan guncangan ringan dengan intensitas II MMI, yang ditandai dengan bergoyangnya benda-benda ringan yang digantung.
Hingga laporan ini diterbitkan, belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan maupun dampak lain akibat gempa Pacitan M5,7. Pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa hingga pukul 08.35 WIB belum terpantau adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta memastikan informasi resmi hanya diakses melalui kanal komunikasi terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, InaTEWS, kanal Telegram, serta aplikasi resmi BMKG di perangkat seluler.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.