45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora Resmi Beroperasi
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Presiden Prabowo menegaskan pemimpin harus siap dihujat dan dikritik, namun tidak boleh patah semangat dalam melayani rakyat. /Antara.
Harianjogja.com, ACEH TAMIANG—Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seorang pemimpin harus siap menerima hujatan, fitnah, dan kritik, namun tidak boleh kehilangan semangat dalam menjalankan tugas untuk melayani rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri, kepala daerah, serta pimpinan Aceh di lokasi pembangunan Rumah Hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis.
Menurut Presiden, masih ada kecenderungan sebagian pihak yang memandang setiap aktivitas pemerintah dari sudut pandang negatif, termasuk ketika pejabat hadir langsung di lokasi bencana.
Prabowo mencontohkan kritik yang kerap muncul terkait kehadiran pejabat pemerintah di daerah terdampak bencana. Ia menilai kritik tersebut sering kali serba salah, baik ketika pejabat datang ke lapangan maupun ketika tidak hadir.
Padahal, kata dia, kehadiran pemimpin bertujuan untuk melihat langsung kondisi di lapangan, mengidentifikasi kekurangan, serta menentukan langkah-langkah yang dapat dipercepat guna membantu masyarakat.
Dengan bertemu langsung kepala daerah, Prabowo menyebut pemerintah pusat dapat memperoleh gambaran kebutuhan secara lebih jelas dan melakukan pengecekan langsung terhadap persoalan yang dihadapi.
“Pejabat datang, pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang bisa kita percepat,” ujarnya.
Presiden menegaskan bahwa pejabat yang turun ke lapangan tidak datang untuk kepentingan seremonial, melainkan untuk mencatat, memahami persoalan, dan mengambil keputusan.
Prabowo menekankan kepada para menteri, kepala badan, gubernur, dan kepala daerah bahwa kesiapan menerima kritik merupakan bagian dari kewajiban seorang pemimpin.
Namun demikian, kritik tersebut tidak boleh melemahkan semangat kerja, melainkan dijadikan bahan koreksi dan kewaspadaan dalam menjalankan amanah.
“Kita sekarang dalam rangka membuktikan. Pejabat turun bukan untuk wisata, tapi melihat, mencatat, mengerti, dan mengambil keputusan,” katanya.
Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah meringankan dan mengurangi penderitaan masyarakat, sembari tetap mengurus kepentingan nasional secara menyeluruh.
“Tugas kita membantu saudara-saudara di lapangan, sementara nasib 280 juta rakyat Indonesia tetap harus kita urus secara nasional,” pungkas Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.