Polresta Cilacap Ungkap Dugaan Pencabulan Anak Selama 11 Tahun
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.
Pesawat - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, DENPASAR—Hujan lebat yang mengguyur kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak Sabtu pagi memaksa otoritas bandara melakukan pengaturan pendaratan demi keselamatan penerbangan.
Pengelola bandara mencatat sedikitnya enam penerbangan sempat menunggu di udara, termasuk rute internasional dari Melbourne, Perth, Abu Dhabi, dan Bangaluru, serta penerbangan domestik dari Labuan Bajo.
Selain itu, lima penerbangan memilih mengalihkan pendaratan ke Bandara Lombok dan Surabaya. Seluruh pesawat yang dialihkan dilaporkan telah mendarat dengan aman di bandara tujuan.
“Saat ini Sabtu, wilayah sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai terjadi hujan dengan intensitas yang cukup lebat dan untuk menjaga keselamatan penerbangan serta penumpang, dilakukan pengaturan pesawat yang akan melakukan pendaratan,” kata Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi Asmadi.
Ia dalam keterangan di Denpasar, Sabtu, menyebut setidaknya hingga saat ini enam penerbangan sedang menunggu di udara untuk proses pendaratan, antara lain dua penerbangan dari Melbourne, satu penerbangan Perth, satu penerbangan Labuan Bajo, satu penerbangan Abu Dhabi, dan satu penerbangan Bangaluru.
“Selain itu terdapat lima maskapai yang memutuskan mengalihkan pendaratan Ke Lombok dua penerbangan dan Surabaya tiga penerbangan,” ujar Gede Eka.
Berdasarkan koordinasi dengan bandara setempat, sejumlah penerbangan yang mengalihkan pendaratan dikabarkan telah mendarat dengan aman.
Secara umum operasional penerbangan dan pelayanan penumpang juga masih berjalan normal, lancar, dan terkendali.
Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai itu sendiri menyadari saat ini Bali memasuki cuaca musim penghujan, hari ini saja setidaknya hujan lebat mengguyur tak henti-henti sejak dini hari.
Di situasi ini, Gede Eka memastikan PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai beserta seluruh komunitas bandara selalu berusaha menjaga keselamatan penerbangan.
Apalagi kondisi pengaturan pendaratan pesawat terjadi pada momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), dimana pergerakan penumpang maupun pesawat sedang tinggi.
Berdasarkan data bandara, setidaknya sejak berjalan Posko Nataru 15 Desember hingga 26 Desember 2026 jumlah penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai 811.170 orang atau rata-rata 67.597 penumpang per hari.
Padatnya pergerakan juga terasa pada pergerakan penerbangan, dimana selama berdiri Posko Nataru mereka melayani 5.128 pergerakan pesawat atau rata-rata 427 pergerakan per hari.
“Untuk itu, setiap langkah dan keputusan operasional bandara dilakukan demi terpenuhinya hal tersebut, dalam hal ini kami terus lakukan koordinasi secara intens dengan AirNav Denpasar, pihak maskapai, serta BMKG untuk memastikan operasional bandara tetap berjalan dengan aman dan selamat di tengah cuaca hujan.
Pengelola bandara memastikan operasional tetap berjalan normal dan mengimbau penumpang memantau informasi penerbangan selama cuaca ekstrem melanda Bali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.
BMKG menetapkan status Siaga tsunami hingga 3 meter setelah gempa M7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi.
Artis Celine Evangelista hadir dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2026 dengan membagikan pengalaman dalam berbinis busana muslimah syar'i.
Penyalahgunaan narkoba dan psikotropika tidak hanya merusak kondisi fisik, tetapi juga dapat memicu kecanduan berat akibat perubahan sistem dopamin di otak
Merah Putih Malioboro 2026 digelar Sabtu 15 Agustus. Cek 8 titik penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di Jogja.
Rosan Roeslani menyebut 110 investor dan family office Asia merespons positif pengembangan PFII yang tahap awalnya disiapkan di Jakarta.