Menekan Impor LPG dengan DME di Dapur Rumah Tangga
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Pesawat - Ilustrasi freepik
Harianjogja.com, DENPASAR—Hujan lebat yang mengguyur kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai sejak Sabtu pagi memaksa otoritas bandara melakukan pengaturan pendaratan demi keselamatan penerbangan.
Pengelola bandara mencatat sedikitnya enam penerbangan sempat menunggu di udara, termasuk rute internasional dari Melbourne, Perth, Abu Dhabi, dan Bangaluru, serta penerbangan domestik dari Labuan Bajo.
Selain itu, lima penerbangan memilih mengalihkan pendaratan ke Bandara Lombok dan Surabaya. Seluruh pesawat yang dialihkan dilaporkan telah mendarat dengan aman di bandara tujuan.
“Saat ini Sabtu, wilayah sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai terjadi hujan dengan intensitas yang cukup lebat dan untuk menjaga keselamatan penerbangan serta penumpang, dilakukan pengaturan pesawat yang akan melakukan pendaratan,” kata Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Gede Eka Sandi Asmadi.
Ia dalam keterangan di Denpasar, Sabtu, menyebut setidaknya hingga saat ini enam penerbangan sedang menunggu di udara untuk proses pendaratan, antara lain dua penerbangan dari Melbourne, satu penerbangan Perth, satu penerbangan Labuan Bajo, satu penerbangan Abu Dhabi, dan satu penerbangan Bangaluru.
“Selain itu terdapat lima maskapai yang memutuskan mengalihkan pendaratan Ke Lombok dua penerbangan dan Surabaya tiga penerbangan,” ujar Gede Eka.
Berdasarkan koordinasi dengan bandara setempat, sejumlah penerbangan yang mengalihkan pendaratan dikabarkan telah mendarat dengan aman.
Secara umum operasional penerbangan dan pelayanan penumpang juga masih berjalan normal, lancar, dan terkendali.
Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai itu sendiri menyadari saat ini Bali memasuki cuaca musim penghujan, hari ini saja setidaknya hujan lebat mengguyur tak henti-henti sejak dini hari.
Di situasi ini, Gede Eka memastikan PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai beserta seluruh komunitas bandara selalu berusaha menjaga keselamatan penerbangan.
Apalagi kondisi pengaturan pendaratan pesawat terjadi pada momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), dimana pergerakan penumpang maupun pesawat sedang tinggi.
Berdasarkan data bandara, setidaknya sejak berjalan Posko Nataru 15 Desember hingga 26 Desember 2026 jumlah penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai 811.170 orang atau rata-rata 67.597 penumpang per hari.
Padatnya pergerakan juga terasa pada pergerakan penerbangan, dimana selama berdiri Posko Nataru mereka melayani 5.128 pergerakan pesawat atau rata-rata 427 pergerakan per hari.
“Untuk itu, setiap langkah dan keputusan operasional bandara dilakukan demi terpenuhinya hal tersebut, dalam hal ini kami terus lakukan koordinasi secara intens dengan AirNav Denpasar, pihak maskapai, serta BMKG untuk memastikan operasional bandara tetap berjalan dengan aman dan selamat di tengah cuaca hujan.
Pengelola bandara memastikan operasional tetap berjalan normal dan mengimbau penumpang memantau informasi penerbangan selama cuaca ekstrem melanda Bali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.