AS Belum Serang Iran Lagi, Tekanan ke Teheran Berlanjut
AS belum berencana melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat, tetapi tetap membuka opsi militer jika Iran menyerang lebih dulu.
Foto ilustrasi cuaca cerah hasil modifikasi cuaca. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dinilai efektif menekan curah hujan di wilayah Sumatera, terutama di daerah terdampak banjir dan tanah longsor dalam satu bulan terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa selama hampir satu bulan pelaksanaan OMC, intensitas curah hujan di tiga provinsi terdampak banjir dan longsor tersebut mengalami penurunan signifikan.
“Jumlah hari tanpa hujan dalam sebulan terakhir tercatat lebih banyak dibandingkan hari dengan hujan,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers media center tanggap darurat bencana yang diikuti dari Jakarta, Kamis (25/12/2025).
Meski demikian, Abdul Muhari mengakui hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di sejumlah titik dan sempat memicu banjir susulan, salah satunya di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
BNPB menilai kondisi tersebut sangat mungkin terjadi karena cuaca masih dinamis, terutama di sebagian besar wilayah Sumatera yang saat ini berada pada fase puncak musim hujan.
Kendati demikian, Abdul Muhari memastikan tim petugas gabungan dari BNPB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta TNI akan terus mengendalikan potensi hujan melalui skema operasi modifikasi cuaca.
“Berdasarkan informasi yang kami terima hingga hari ini, tidak terdapat tambahan korban maupun dampak baru di luar kejadian banjir dan longsor yang terjadi sekitar satu bulan lalu,” kata dia, seraya menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan gotong royong seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, relawan, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat yang terlibat aktif dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi BNPB hingga Kamis sore, banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menyebabkan 489.864 jiwa mengungsi di berbagai titik pengungsian di wilayah terdampak.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.135 orang, atau bertambah enam orang dari data sebelumnya. Korban hilang dalam pencarian tercatat 173 orang, atau berkurang satu orang dari laporan sebelumnya.
Dengan rincian, Aceh mencatat 503 orang meninggal dunia, 31 orang hilang, dan 466.667 orang mengungsi. Sumatera Utara mencatat 371 orang meninggal dunia, 70 orang hilang, dan 13.262 orang mengungsi. Sementara Sumatera Barat mencatat 261 orang meninggal dunia, 62 orang hilang, dan 9.935 orang mengungsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
AS belum berencana melancarkan serangan baru ke Iran dalam waktu dekat, tetapi tetap membuka opsi militer jika Iran menyerang lebih dulu.
Leon Goretzka resmi bergabung dengan Aston Villa secara gratis setelah kontraknya bersama Bayern Muenchen berakhir pada musim panas 2026.
CJIBF 2026 di Jakarta mencatat potensi investasi Rp19,07 triliun untuk Jawa Tengah, termasuk komitmen dari investor China.
Izan Guevara dipastikan naik ke MotoGP 2027 bersama Prima Pramac Yamaha, menyusul Daniel Holgado dan David Alonso.
Astra Motor Safety Riding Center Jogja membekali 45 mahasiswa UNY dengan edukasi safety riding dan praktik berkendara aman.
Arie Sujito meminta pemerintah membenahi kebijakan setelah aksi demonstrasi. Ia menyoroti krisis ekonomi, politik, hukum, dan ketidakpercayaan publik.