Komdigi Sebut 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Situasi aktivitas sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Selasa (9/12/2025). (ANTARA/HO-PVMBG)
Harianjogja.com, BANTEN—Polda Banten mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat ini berstatus Level II atau Waspada.
Imbauan ini disampaikan guna memperkuat kesiapsiagaan warga di wilayah rawan terdampak bencana.
Pelaksana tugas Kabidhumas Polda Banten, AKBP Meryadi, mengatakan cuaca di sejumlah wilayah dapat berubah dengan cepat sehingga masyarakat diminta rutin memantau informasi resmi.
“BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Provinsi Banten hari ini didominasi cerah berawan hingga berawan pada pagi hari, namun hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kecamatan,” ujarnya, Selasa.
Menurut BMKG, hujan ringan berpotensi terjadi siang hari di kawasan Serang, Cilegon, Pandeglang, Lebak, hingga Tangerang Selatan. Sementara itu, kecepatan angin tercatat 5–35 km/jam dengan kelembapan 60–95 persen yang turut mempengaruhi dinamika cuaca.
Selain kondisi atmosfer, Polda Banten juga menyoroti peringatan dini gelombang sedang 1,25–2,5 meter di Perairan Selatan Pandeglang, Selat Sunda Barat Pandeglang, dan Perairan Selatan Lebak.
“Kami mengingatkan warga pesisir, nelayan, dan wisatawan untuk memperhatikan keselamatan,” kata Meryadi.
Di sisi lain, PVMBG turut melaporkan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan kegempaan vulkanik.
“Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level II (Waspada). Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis,” ungkapnya.
PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan nelayan tidak mendekati radius 2 km dari kawah aktif untuk mencegah risiko bahaya.
Polda Banten juga menegaskan sejumlah panduan keselamatan yang dapat diterapkan warga, mulai dari rutin memantau informasi BMKG, menyiapkan tas darurat, hingga menunda aktivitas luar ruang ketika hujan lebat.
“Tetap di dalam rumah kecuali untuk keperluan mendesak. Hindari berteduh di bawah pohon atau tiang saat petir,” imbuhnya.
Menurut Meryadi, kesiapsiagaan masyarakat akan membantu meminimalkan risiko kecelakaan maupun korban jiwa. Sebagai bagian dari langkah antisipasi, Polda Banten juga menyiagakan personel di dua Posko Siaga Bencana yang dilengkapi peralatan Search and Rescue (SAR) guna mempercepat respons kedaruratan.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Polda Banten terus berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat dan terkini,” tutur Meryadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.
SMA Kolese De Britto bersama SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sukses menghadirkan pementasan teater kolaboratif.