13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Foto ilustrasi bibit siklon. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bibit siklon tropis berpotensi menerpa wilayah perairan selatan Indonesia hingga NTT, Laut Arafura, dan perairan selatan Papua, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan bibit tersebut diperkirakan terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, atau mulai November 2025 hingga Februari 2026.
Dia menyebutkan wilayah yang perlu diwaspadai terhadap dampak langsung maupun tidak langsung adalah Bengkulu, Lampung, Bali, Jawa, Banten, NTT, NTB, Maluku, dan perairan Papua Selatan serta Papua Tengah.
Faisal mengungkapkan, meskipun masih dalam tahap prediksi, pihaknya merancang mitigasi agar kejadian di Sumatra dan Aceh tidak terulang.
“Jadi gini, ketika dia (bibit tropis) ada itu harus diikuti dengan early action. Tujuannya supaya zero victim. Early warning ini akan disampaikan ke seluruh kanal yang kita miliki, baik grup WA, kanal informasi yang kita punya, media massa, dan sebagainya,” katanya di Kompleks Parlemen, Senin (1/12/2025).
Selanjutnya, BMKG akan memberikan peringatan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, serta koordinator di setiap wilayah. Dia menyebut BMKG memiliki lima balai yang bertugas memberikan informasi jika bibit tropis terjadi.
Begitu pun pembentukan rantai komando agar koordinasi setiap balai maupun kementerian atau lembaga terkait berjalan optimal, termasuk mempersiapkan transportasi, logistik, telekomunikasi, dan fasilitas kesehatan.
Pihaknya, kata Faisal, akan terus menyampaikan perkembangan status bencana kepada masyarakat.
“Semua bekerja sama untuk menyiapkan setiap daerah dari ancaman hidrometeorologi,” ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat agar tidak percaya informasi yang tidak valid sehingga menimbulkan kegaduhan. Masyarakat diminta memantau informasi dari kanal resmi BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.