Rekor Bersejarah Meksiko di Piala Dunia 2026, Bisakah Jadi Juara?
Meksiko mencetak rekor sempurna di fase grup Piala Dunia 2026 dengan tiga kemenangan dan tanpa kebobolan. Bisakah El Tri mengakhiri kutukan sejarah?
Andrew Mountbatten-Windsor-Samir Hussein/WireImage/Getty Images
Harianjogja.com, JOGJA—Pangeran Andrew (Andrew Mountbatten-Windsor) dipastikan akan kehilangan gelar kehormatan militer terakhirnya, Wakil Laksamana Angkatan Laut Kerajaan, atas permintaan langsung dari Raja Charles III. Langkah ini menyusul pencabutan status Pangeran Andrew sebagai pangeran pada pekan yang sama.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, membenarkan kabar tersebut dan mengatakan bahwa pemerintah sedang "berupaya mencabut" gelar kehormatan militer terakhir tersebut.
Dalam wawancara dengan program BBC Sunday with Laura Kuenssberg, John Healey menegaskan bahwa Raja Charles III sangat menginginkan pencabutan gelar ini.
"Ini adalah langkah yang tepat, ini adalah langkah yang menurut Raja harus kita ambil dan kami sedang mengupayakannya saat ini," ujar Healey.
Andrew, yang sempat dijuluki pahlawan perang dan menghabiskan beberapa dekade dalam kehidupan publik, kini telah benar-benar 'jatuh dari kasih karunia'.
Meskipun telah melepas posisi militer lainnya pada tahun 2022, Pangeran Andrew masih mempertahankan pangkat kehormatan Wakil Laksamana di Angkatan Laut Kerajaan (Royal Navy).
Andrew memiliki karier militer selama 22 tahun di Angkatan Laut Kerajaan. Ia pernah bertugas sebagai pilot helikopter selama Perang Falklands dan memimpin kapal pembasmi ranjau HMS Cottesmore.
Terkait Kasus Jeffrey Epstein dan Kasus Perdata AS
Pencabutan gelar kehormatan dan hak istimewa kerajaan ini terjadi setelah Pangeran Andrew berbulan-bulan mendapat tekanan atas hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual terpidana, Jeffrey Epstein. Pangeran Andrew selalu menyangkal kesalahan apa pun.
Andrew sebelumnya telah mengembalikan gelar militer dan perlindungan kerajaan lainnya pada tahun 2022, dan berhenti menggunakan gelar Yang Mulia dalam kapasitas resmi, menyusul tuduhan pelecehan seksual dalam kasus perdata di Amerika Serikat.
Kasus perdata tersebut diajukan oleh Virginia Giuffre, seorang korban perdagangan seks dan pelecehan oleh Jeffrey Epstein, yang menyatakan Andrew melecehkannya secara seksual ketika dia masih remaja. Andrew kemudian menyelesaikan kasus tersebut, tetapi selalu membantah tuduhan Giuffre.
Penulis dan jurnalis kerajaan, Valentine Low, berbicara di program yang sama dan menilai bahwa kehilangan gelar militer terakhir ini akan menjadi "pukulan" telak bagi Andrew.
"Anggota kerajaan, dan khususnya Andrew, sangat bangga dan bertekad untuk mempertahankan gelar militer mereka," kata Low. "Tampaknya Raja berniat mengambil segala sesuatu dari adiknya. Ini adalah sikap tanpa amal yang ditunjukkannya."
Daftar Gelar Militer yang Telah Hilang
Pada tahun 2022, gelar militer yang dilepaskan Andrew termasuk:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meksiko mencetak rekor sempurna di fase grup Piala Dunia 2026 dengan tiga kemenangan dan tanpa kebobolan. Bisakah El Tri mengakhiri kutukan sejarah?
Gol kemenangan Iran atas Mesir dianulir VAR. Usai laga, para pemain meninggalkan pesan menyentuh tentang kehormatan dan fair play di ruang ganti.
OpenAI meluncurkan GPT-5.6 dengan varian Sol, Terra, dan Luna. Akses awal dibatasi atas permintaan pemerintah AS sambil menunggu evaluasi keamanan.
George Russell merebut pole position GP Austria 2026 di Red Bull Ring. Kualifikasi diwarnai kontroversi kecelakaan Max Verstappen pada akhir sesi Q3.
FIFA menolak permintaan Timnas Prancis mengenakan pita hitam untuk menghormati ibu Didier Deschamps. Prancis tetap menang 4-1 atas Norwegia.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.