BRIN Siapkan Peta Jalan Riset 2045 untuk Arah Industrialisasi RI
BRIN dan Kemendiktisaintek menyusun peta jalan riset hingga 2045 sebagai pedoman riset nasional dan arah industrialisasi Indonesia berbasis teknologi.
Rapat paripurna DPR RI. /Bisnis Idonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA—Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan menggelar Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina (Asia Pacific Conference for Palestine) di Gedung MPR-DPR RI Senayan pada 7–8 November 2025 mendatang
Kegiatan yang mengambil tema “Penguatan Aliansi untuk Bela Palestina” ini merupakan langkah lebih lanjut dari pertemuan Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCAP) di Istanbul, Turki pada 30–31 September 2025 lalu.
"Salah satu rekomendasi yang sungguh-sungguh-sungguh, saya menyebutkan tiga kali, sungguh-sungguh-sungguh penting itu adalah Indonesia diharapkan menjadi host untuk sebuah konferensi bela Palestina wilayah Asia-Pasifik," kata Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim, Kamis (30/10/2025).
Sudarnoto menegaskan negara-negara di Asia-Pasifik termasuk Indonesia memiliki peran penting bagi masyarakat dunia, termasuk dalam hal upaya mewujudkan kemerdekaan Palestina.
"Kebijakan-kebijakan politik dan juga diplomasi Asia-Pasifik merupakan hal yang sangat-sangat penting di samping wilayah-wilayah dunia lain. Karena itu, kita berijtihad untuk semakin mempererat hubungan-hubungan kawan-kawan civil society di Asia-Pasifik," ujarnya.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera menyambut baik sekaligus mengapresiasi MUI atas inisiatif baik ini.
"Kami dari BSKAP didukung oleh Mbak Puan [Puan Maharani], Pak Dasco [Sufmi Dasco Ahmad], dan seluruh pimpinan sangat membuka diri untuk kolaborasi dengan semua pihak, [terutama] dengan MUI," kata Mardani.
Mardani menyebut penyelenggaraan konferensi tersebut sejalan dengan semangat diplomasi parlemen yang dijalankan BKSAP dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan global.
"Isu Palestina bukan hanya isu agama atau regional, tetapi juga menyangkut prinsip kemanusiaan universal. Melalui diplomasi parlemen, DPR RI berupaya memperkuat suara bersama negara-negara Asia Pasifik untuk menghentikan kekerasan dan menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina," kata Mardani Ali Sera.
Konferensi ini akan dihadiri oleh sekitar 70 delegasi dari berbagai negara Asia-Pasifik, termasuk akademisi, tokoh agama, anggota parlemen, pimpinan ormas, dan aktivis kemanusiaan.
MUI telah menyebarkan 32 undangan kepada negara-negara Asia-Pasifik, di mana 19 negara di antaranya mengonfirmasi akan hadir. Beberapa di antara negara Asia-Pasifik yang telah mengonfirmasi kehadiran juga merupakan negara dengan penduduk Muslim minoritas seperti Australia, Filipina, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, hingga Sri Lanka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BRIN dan Kemendiktisaintek menyusun peta jalan riset hingga 2045 sebagai pedoman riset nasional dan arah industrialisasi Indonesia berbasis teknologi.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Pameran Pecah Sunyi di Dusun Kembaran, Bantul, menghadirkan seni rupa ke tengah warga sekaligus membuka ruang edukasi dan dialog budaya di desa.
Pemerintah memperkuat mitigasi PHK di sektor industri. Said Iqbal menyebut tekanan berasal dari konflik global, daya beli, hingga relokasi investasi.
Pemerintah menegaskan visi Presiden Prabowo Subianto mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing pada 2045 melalui berbagai program priorita
IHSG hari ini dibuka melemah ke level 5.884,96 dipicu tekanan saham BBCA, BREN, dan BBRI. Investor masih menanti sentimen ekonomi dan arus modal asing.