TNI AU Matangkan Pilot Rafale, Delapan Penerbang Jalani Pelatihan
TNI AU terus mematangkan kesiapan pilot Rafale. Delapan penerbang disiapkan melalui seleksi ketat dan pelatihan hingga ke Prancis.
Presiden Prabowo Subianto./JIBI
Harianjogja.com, BANDUNG—Presiden Prabowo Subianto memuji langkah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang mengembalikan Rp70 triliun ke kas negara. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk integritas dan tanggung jawab pejabat publik yang jarang terjadi di Indonesia.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Mahasiswa Baru, Wisuda Sarjana, dan Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Sabtu (18/10/2025).
Dalam pidatonya, Presiden Ke-8 RI itu menjelaskan bahwa pada awal 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan dapur masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Beliau saya beri anggaran Rp100 triliun. Awalnya direncanakan Rp71 triliun, tapi kita tambah Rp100 triliun dari hasil efisiensi dan penghematan,” kata Prabowo di hadapan civitas akademika UKRI.
Prabowo menguraikan, penghematan tersebut diperoleh dari pemangkasan berbagai kegiatan yang dinilai tidak esensial di sejumlah kementerian, seperti perjalanan dinas ke luar negeri hingga perayaan seremonial yang berlebihan.
Menurutnya, langkah efisiensi itu berhasil menghemat sekitar Rp300 triliun, sebagian di antaranya kemudian dialokasikan untuk memperkuat program gizi nasional.
Namun, di tengah pelaksanaan, Dadan melaporkan bahwa sebagian besar dana tersebut belum diperlukan sepenuhnya untuk pembangunan 30.000 dapur rakyat hingga akhir tahun 2025.
“Beliau kembalikan Rp70 triliun. Dalam sejarah Republik Indonesia, hampir nggak pernah terjadi pejabat mengembalikan uang. Biasanya kalau sudah November, pejabat justru cari-cari kegiatan agar menghabiskan uang,” imbuhnya.
Prabowo menyebut tindakan tersebut sebagai contoh integritas dan tanggung jawab seorang pejabat negara sejati. Dia menyebut Dadan sebagai patriot bangsa yang menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran bisa dilakukan dengan jujur dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Rp70 triliun itu US$4 miliar. Jarang terjadi, menurut saya. Karena itu anak-anak muda harus optimis kalau ada pemimpin seperti Prof. Dadan, Indonesia pasti bisa,” ucapnya.
Kepala negara pun melanjutkan pidato dengan nada humor, menyebut pengembalian dana sebesar itu membuatnya makin gagah di hadapan publik.
“Makanya presiden sekarang ini agak gagah. Kadang menteri saya bilang butuh Rp5 triliun, saya kasih Rp10 triliun. Kapan ada presiden kayak begitu?” tandas Prabowo disambut tawa hadirin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
TNI AU terus mematangkan kesiapan pilot Rafale. Delapan penerbang disiapkan melalui seleksi ketat dan pelatihan hingga ke Prancis.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.