Nadeo Targetkan Indonesia Akhiri Penantian 30 Tahun Juara ASEAN Cup
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Ilustrasi./Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah bakal menambah hingga 100 ribu lowongan program magang nasional bergaji. Rencana ini sebagai bagian dari upaya mempercepat penyerapan angkatan kerja muda atau lulusan perguruan tinggi (fresh graduate) di Indonesia.
Menurut Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, rencana penambahan target pemagang itu akan diputuskan setelah evaluasi pelaksanaan tahap pertama program magang nasional rampung. Apabila program magang tahap pertama cepat terpenuhi hingga 20 ribu peserta, pemerintah akan segera membuka tahap lanjutan.
"Nanti kita akan evaluasi kalau memang ini cepat dipenuhi. Kita evaluasi apakah kita bisa tambah. Jadi kita juga sudah sebenarnya menyiapkan (tambahan target) sekitar sampai 100 ribu (pemagang), tapi kita evaluasi dulu yang 20 ribunya. Begitu nanti kita lihat evaluasinya baik, kalau ada yang perlu diperbaiki kita perbaiki dulu," kata Febrio, di Jakarta, Kamis (9/10/2025)
Febrio menjelaskan, program magang nasional lahir sebagai salah satu stimulus ekonomi guna menghadapi tingginya tingkat pengangguran muda. Selama menjalani program magang, peserta magang akan digaji setara upah minimum provinsi (UMP) di wilayah masing-masing. Namun, perusahaan dapat memberikan upah di atas UMP bila menghendaki.
Menurut Febrio, program ini diperlukan mengingat pemerintah mencatat adanya tambahan sekitar 3,5 juta angkatan kerja baru setiap tahun yang berasal dari penduduk baru dan lulusan perguruan tinggi. Dengan adanya program magang nasional, diharapkan semakin banyak dari jumlah tersebut bisa terserap di sektor formal.
“Walaupun sektor informal tidak selalu buruk. Banyak juga yang sektor informal, seperti gig economy itu cenderung informal tapi malah lebih fleksibel dan menghasilkan penghasilan yang menarik,” ujarnya.
Adapun program magang nasional merupakan bagian dari kebijakan Paket Ekonomi “8+4+5” 2025 yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Tahap pertama menyasar 20 ribu lulusan baru perguruan tinggi yang lulus dalam satu tahun terakhir. Mereka akan mengikuti magang selama enam bulan.
Pendaftaran penyelenggara pemagangan dan lowongan berlangsung pada 1-7 Oktober 2025. Selanjutnya, pendaftaran peserta dan pemilihan lowongan pada 7-12 Oktober, seleksi oleh perusahaan 13-14 Oktober, dan pengumuman peserta oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada 15 Oktober. Program pemagangan dijadwalkan berlangsung hingga 15 April 2026.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui platform SIAPKerja di situs maganghub.kemnaker.go.id. Data peserta yang memenuhi syarat akan dipadankan dengan data dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.