Komisi D DPRD Jogja Soroti Gedung Arsip dan Angkringan Literasi
Komisi D DPRD Kota Jogja mengawal anggaran DPK 2027, termasuk rencana gedung arsip, digitalisasi naskah kuno, diorama, dan angkringan literasi.
Foto ilustrasi kesehatan mental. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan menyebutkan secara nasional, per 7 Oktober 2025, dari 18,7 juta orang dewasa dan lansia yang melakukan skrining kejiwaan pada Cek Kesehatan Gratis (CKG), tercatat sebanyak 173.394 orang atau 0,92 persen menunjukkan kemungkinan gejala depresi.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi mencatat sebanyak 152.494 orang atau 0,81 persen menunjukkan kemungkinan gejala kecemasan. Data tentang kesehatan jiwa per daerah perlu dianalisis lebih lanjut oleh Dinas Kesehatan agar gerakan untuk penanganan dapat segera diformulasikan.
Data Kementerian Kesehatan per 6 Oktober menunjukkan bahwa secara nasional, 8,5 persen atau 9.280 dari 101.338 ibu hamil dan ibu nifas yang diskrining menunjukkan kemungkinan gejala depresi.
"Menjadi alarm bagi kita semua bahwa untuk menjadi ibu ini nggak mudah. Apalagi, pada saat mereka mau bersalin ini buat stressor sendiri, jadi kita juga harus perhatikan bagaimana kesehatan jiwa dari ibu hamil dan nifas," katanya, Rabu (8/10/2025)
Sebagai respons data tersebut, Kemenkes berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat, seperti melalui transformasi layanan primer, yang terdiri atas upaya promotif, seperti Pengasuhan Positif dan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP), hingga rehabilitatif, seperti pemenuhan kapasitas rehabilitasi medis Napza di puskesmas.
"P3LP bertujuan mengurangi tingkat stres negatif, sehingga mengurangi risiko munculnya gejala masalah psikologis yang lebih berat," kata Imran.
Adapun inisiatif itu menyasar berbagai kelompok masyarakat, seperti sekolah, universitas, tempat kerja, dan komunitas. Selain itu, Pengasuhan Positif diberikan sebagai bekal bagi orang tua guna menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kesehatan jiwa.
Pihaknya juga melakukan empat pilar pencegahan bunuh diri, yakni pencegahan faktor risiko, pencegahan timbulnya pemikiran tentang menyakiti diri sendiri, pencegahan percobaan bunuh diri, serta membangun database terkait bunuh diri (suicide registry).
Pihaknya juga menyediakan layanan konseling guna pencegahan bunuh diri, yang dapat diakses di https://healing119.id/. Per 17 September, sebanyak 15.424 pengguna mengakses layanan tersebut.
"Sebagian besar masalah yang mereka keluhkan itu sumbernya adalah keluarga. Jadi, kalau dulu keluarga itu adalah suatu tempat kita berdamai, tetapi sekarang justru di situlah ada masalah-masalah. Jadi, ini juga bisa kita bahas bersama," katanya.
Seperti kata Confucius, ujar Imran, untuk memperbaiki negara, perlu memperbaiki keluarga. Untuk memperbaiki keluarga, harus memperbaiki kehidupan pribadi. "Untuk kita bisa memperbaiki kehidupan kita, kita harus tempatkan jiwa yang baik," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi D DPRD Kota Jogja mengawal anggaran DPK 2027, termasuk rencana gedung arsip, digitalisasi naskah kuno, diorama, dan angkringan literasi.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Wabup Kulon Progo Ambar Purwoko mendorong siswa Sekolah Rakyat di Lendah tekun belajar, percaya diri, dan berani menjadi pemimpin.
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta tetap digelar pada 31 Oktober dan 3 November 2026 dengan pesan kemanusiaan.
Survei Indef terhadap 1.800 UMKM menunjukkan partisipasi dalam program MBG masih rendah, sementara 22% responden mengalami penurunan usaha.
DPRD Bantul mengubah aturan toko modern. Jarak minimal menjadi 1 km, produk UMKM wajib mendapat ruang, dan 50% pekerja harus warga lokal.