Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, Lebih dari 50 Orang Terluka
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Lokasi reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. /Antara.
Harianjogja.com, SURABAYA—Tim penyelamatan gabungan menemukan 15 titik korban di bawah reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny yang ambruk pada Senin (29/9/2025) lalu.
Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas Emi Freezer menyebutkan, dari 15 titik tersebut sebanyak delapan korban di antaranya dalam tingkat kesadaran warna hitam sedangkan tujuh lainnya berada di tingkat kesadaran merah.
"Dari tujuh titik korban yang berstatus merah, enam di antaranya posisi ada di kolom samping yang tidak bisa diakses secara langsung atau zona A2, hanya lewat celah kecil kolom utama (tengah)," kata Freezer kepada awak media di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (1/10/2025).
BACA JUGA: 72 SPPG Melayani MBG di Sleman Tak Punya SLHS
Freezer menuturkan, satu korban lagi berada di dekat kolom utama atau zona A1 yaitu korban tersebut tetap responsif namun tidak bisa menggerakkan badannya lantaran terhimpit bordes.
Dalam masa krusial atau selama 72 jam pertama pascakejadian seluruh tim SAR gabungan akan terus memprioritaskan evakuasi terhadap tujuh korban berstatus merah dengan terus menyalurkan oksigen dan suplai makanan bahkan infus secara berkala.
Hingga kini seluruh komunikasi dengan korban berstatus merah tersebut dilakukan menggunakan interaksi suara sedangkan untuk interaksi secara visual tim SAR gabungan menggunakan kamera khusus yang mampu masuk ke celah-celah kecil di bawah reruntuhan.
Ia menambahkan, hingga saat ini total ada 11 korban yang berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan oleh tim SAR gabungan.
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo: Konstruksi Trihanggo-Junction Sleman 66,39 Persen
Dari 11 korban tersebut tiga di antaranya meninggal dunia, yaitu satu korban dilaporkan meninggal dunia di rumah sakit pada Senin (29/9/2025) dan dua lainnya pada Selasa (30/9/2025).
Sementara untuk jumlah pasti korban yang masih berada di bawah reruntuhan, pihak berwenang belum dapat memastikan secara akurat. Adapun dari jumlah 15 titik korban yang berhasil ditemukan hingga hari ini bukan merupakan jumlah pasti total korban yang masih berada di bawah reruntuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.