Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Petugas BPBD Karanganyar membersihkan material longsoran di Bandardawung, Tawangmangu, pada Selasa (30/9/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Tebing setinggi 50 meter di wilayah Dusun Dawung, Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, longsor sepanjang 40 meter pada Selasa (30/9/2025) dini hari.
Bencana tanah longsor ini terjadi setelah wilayah Tawangmangu dan sekitarnya diguyur hujan semalaman. Proses pembersihan material longsoran dikerjakan personel Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) bersama relawan dan warga setempat tadi pagi.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan material longsoran menimpa pekarangan dan aliran Sungai Ungkal. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan itu sejak Senin malam hingga Selasa dini hari," kata Hendro dilansir Espos.
BACA JUGA: Semenit Angin Kencang Porak-porandakan 27 Rumah di Sragen
Hendro mengatakan material longsoran berupa tanah, batu, dan vegetasi menumpuk di dasar sungai sehingga menutup aliran air dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan jika tidak segera ditangani.
Setelah kejadian, warga sekitar langsung melakukan pembersihan material secara manual. Mereka dibantu oleh berbagai unsur gabungan yang turun ke lokasi, seperti Camat Tawangmangu beserta jajaran, personel BPBD Karanganyar, Senkom Rescue, TNI, Kepolisian, serta relawan-relawan dari berbagai komunitas di sekitar Karanganyar.
“Untuk saat ini fokus utama adalah membersihkan material longsoran yang menutup sungai agar tidak memicu banjir atau longsor susulan,” ucapnya.
Hendro mengatakan dalam proses pembersihan material longsoran dilakukan dengan menggunakan pompa air serta gergaji mesin (chain saw) terutama untuk memotong pohon-pohon besar yang ikut terbawa longsoran.
BACA JUGA: BMKG Imbau Warga DIY Waspada Cuaca Ekstrem di Oktober
Dia menguraikan situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Namun, masyarakat tetap diminta waspada mengingat potensi hujan masih cukup tinggi di wilayah Karanganyar bagian timur dalam beberapa hari ke depan.
"Waspada longsor terutama di wilayah Lereng Gunung Lawu. Karena potensi hujan masih tinggi hingga beberapa hari kedepan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.