7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Petugas BPBD Karanganyar membersihkan material longsoran di Bandardawung, Tawangmangu, pada Selasa (30/9/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Tebing setinggi 50 meter di wilayah Dusun Dawung, Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, longsor sepanjang 40 meter pada Selasa (30/9/2025) dini hari.
Bencana tanah longsor ini terjadi setelah wilayah Tawangmangu dan sekitarnya diguyur hujan semalaman. Proses pembersihan material longsoran dikerjakan personel Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) bersama relawan dan warga setempat tadi pagi.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengatakan material longsoran menimpa pekarangan dan aliran Sungai Ungkal. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
"Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan itu sejak Senin malam hingga Selasa dini hari," kata Hendro dilansir Espos.
BACA JUGA: Semenit Angin Kencang Porak-porandakan 27 Rumah di Sragen
Hendro mengatakan material longsoran berupa tanah, batu, dan vegetasi menumpuk di dasar sungai sehingga menutup aliran air dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan jika tidak segera ditangani.
Setelah kejadian, warga sekitar langsung melakukan pembersihan material secara manual. Mereka dibantu oleh berbagai unsur gabungan yang turun ke lokasi, seperti Camat Tawangmangu beserta jajaran, personel BPBD Karanganyar, Senkom Rescue, TNI, Kepolisian, serta relawan-relawan dari berbagai komunitas di sekitar Karanganyar.
“Untuk saat ini fokus utama adalah membersihkan material longsoran yang menutup sungai agar tidak memicu banjir atau longsor susulan,” ucapnya.
Hendro mengatakan dalam proses pembersihan material longsoran dilakukan dengan menggunakan pompa air serta gergaji mesin (chain saw) terutama untuk memotong pohon-pohon besar yang ikut terbawa longsoran.
BACA JUGA: BMKG Imbau Warga DIY Waspada Cuaca Ekstrem di Oktober
Dia menguraikan situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Namun, masyarakat tetap diminta waspada mengingat potensi hujan masih cukup tinggi di wilayah Karanganyar bagian timur dalam beberapa hari ke depan.
"Waspada longsor terutama di wilayah Lereng Gunung Lawu. Karena potensi hujan masih tinggi hingga beberapa hari kedepan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest