Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Skrining TBC - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Agama siap mengawal sosialisasi penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui penyuluh agama di setiap wilayah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar akan mengoptimalkan potensi para penyuluh agama sebagai mitra strategis dalam sosialisasi penanggulangan Tuberkulosis (TBC).
Ia menyebut Kementerian Agama memiliki jaringan luas yang dapat dimanfaatkan untuk sosialisasi penanggulangan TBC.
"Potensi yang dimiliki Kemenag luar biasa, apalagi kita berkolaborasi dengan 28.479 penyuluh agama, itu baru penyuluh agama Islam, belum penyuluh agama lain," katanya dalam rapat tingkat menteri, Kamis lalu, dikutip dari laman resmi Kemenag RI.
"Itu bisa kita titipkan buku saku yang berisi penjelasan tentang TBC, termasuk juga cara penanggulangannya. 12.500 majelis ta’lim, ratusan ribu masjid dan surau. Semua itu bisa kita manfaatkan untuk sosialisasi. Kemudian ada tenaga dakwah profesional sebanyak 1.669 yang dikirim sampai ke pelosok-pelosok desa,” lanjutnya.
BACA JUGA: Hasto Sebut Pelaksnaaan MBG di Jogja Tidak Ada Kendala
Dalam rapat itu, Menag mengatakan pentingnya membuat sebuah buku berbasis tuntunan agama untuk menjadi pedoman kepada masyarakat terkait pentingnya kesehatan dalam hal ini menjaga dari paparan TBC. “Perlu kita menulis buku bersama, tentang bagaimana agama menganjurkan kebersihan,” ujarnya.
Kemudian Menag mengungkapkan kendala yang dialami Kemenag dalam menyampaikan informasi. Kendala utama itu terletak pada perbedaan penggunaan bahasa agama dan bahasa kesehatan. “Kita sering berbenturan antara bahasa agama dan bahasa kesehatan. Perlu penjelasan yang lebih clear. Inilah tantangan kami di Kementerian Agama bagaimana memberikan pemahaman agama secara komprehensif dan mendalam," ujarnya.
Menag juga menambahkan perlunya mempunyai tenaga-tenaga yang andal untuk bertugas di lapangan. "Kami juga melakukan training kepada kepala kantor KUA, penyuluh-penyuluh agama supaya memberikan informasi yang benar,” tambahnya.
Dalam proses implementasinya di lapangan, Menag mengatakan khutbah di masjid bisa menjadi saluran efektif kampanye kesehatan. “Kita bisa membuat semacam khutbah seragam di 800.000 masjid mengenai penanggulangan TBC dirilis di televisi-televisi,” ujarnya.
Selain TBC, Menteri Agama juga menyinggung perlunya pendekatan serupa untuk menangani persoalan lain. “Saya kira bukan hanya TBC tapi masih ada penyakit sosial yang lain yang bisa kita jangkau sekaligus,” tandas Menag.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.