7 WNI Tewas dalam Kapal Tenggelam di Perairan Malaysia
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Sejumlah wirausaha muda di DIY muncul dengan beragam ide dasar yang dimiliki. Mereka datang dengan bahan lingkungan sekitar hingga berangka dari keterbatasan. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah wirausaha muda di DIY muncul dengan beragam ide dasar yang dimiliki. Mereka datang dengan bahan lingkungan sekitar hingga berangka dari keterbatasan.
Fakta itu terungkap dalam Inkubasi Bisnis Satuan Karya Wirausaha Tahap 2 yang digelar, Kamis (25/9/2025). Para pemuda usia SMA/SMK hingga kuliah ini digembleng untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satunya Nafisa Elvina mengungkapkan kreativitasnya dalam mengubah bonggol pisang menjadi abon sebagai pelengkap roti gulung.
"Ide bonggol pisang ini karena melihat banyak pohon pisang yang tidak dimanfaatkan lagi setelah panen buahnya. Kalau zaman dahulu nenek saya biasanya dijadikan sayuran, ini saya ubah jadi abon," kata mahasiswa Unisa asal Gunungkidul ini.
BACA JUGA: Bapanas Serap 60 Ribu Ton Gula Petani dari Danantara
Menurutnya kreativitas usaha itu banyak disukai konsumen karena rasanya lezat. Bahkan konsumen sering menyebutnya dengan abon gulung vegetarian. "Lewat inkubasi, saya jadi bisa belajar banyak bagaimana memanajemen usaha, termasuk mengatur waktu dengan kuliah," ucapnya.
Adapun Agustina yang juga asal Gunungkidul memiliki ide ketika melihat banyak teman-teman atau warga sekitarnya yang tidak banyak menyukai buah. Oleh karena itu ia memiliki ide usaha membuat produk salad buah hingga mendapatkan pendanaan inkubasi bisnis, kemudian bisa berkembang.
"Karena kami kuliah, pengembangan modal itu sempat saya pinjam pakai bayar kuliah juga tetapi dengan konsultasi pendamping, tetapi perlahan usaha kami bisa berkembang. Saat ini produksinya di Jogja di tempat indekos," ujar mahasiswa UPN ini.
Pendamping Inkubasi Bisnis Satuan Karya Wirausaha Bio Hadikusuma menilai anak-anak muda sebenarnya memiliki banyak peluang bisnis yang bisa dikembangkan, Di mana mereka memiliki banyak ide dengan melihat lingkungan sekitarnya. Akan tetapi hal itu tidak lepas dari kendala karena seringkali semangatnya menurun ketika menghadapi tantangan berbisnis yang berat.
"Termasuk pihak sekolah mungkin perlu memberikan perhatian dan kemudahan izin bagi yang mengikuti inkubasi ini. Maka kami sudah mendiskusikan bahwa ke depan seperti siswa PKL diberikan keringanan ketika mengikuti inkubasi satuan karya wirausaha ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Harga pangan nasional hari ini menunjukkan cabai rawit merah Rp78.500/kg, telur Rp33.950/kg. Simak daftar lengkap harga terbaru dari PIHPS.
Momen haru terjadi usai sidang tuntutan Nadiem Makarim. Ia merangkul sopir ojol yang datang memberi dukungan di Pengadilan Tipikor.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Meta memakai AI untuk mendeteksi akun anak di bawah 13 tahun di Facebook dan Instagram tanpa verifikasi dokumen.
Jakarta Garuda Jaya menghadapi Foolad Sirjan Iranian pada perempat final AVC Champions League 2026 Putra malam ini di Pontianak.