Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Foto ilustrasi demonstrasi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Aksi demonstrasi tetap akan direncanakan digelar Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia (BEM SI). Hanya saja untuk saat ini masih menunggu situasi Jakarta kondusif.
Koordinator Media Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia (BEM SI) Kerakyatan, Pasha Fazillah Afap mengatakan demo pada Jumat (5/9/2025) belum tentu dilaksanakan karena menunggu kondisi Jakarta.
Pernyataan itu dia sampaikan usai bertemu berdialog di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/9/2025) malam. Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari audiensi perwakilan mahasiswa di DPR, Rabu (3/9/2025).
"Jadi untuk demonstrasi mungkin akan kami lakukan, namun akan menunggu waktu yang momen pas pada saat situasi di Jakarta sudah kondusif," ujarnya.
Adapun rencana demo yang digelar pada hari ini berkaitan dengan tuntutan 17+8 yang digaungkan sejak beberapa waktu lalu. Seruan aksi demo akan diinformasikan melalui media BEM SI Kerakyatan.
BACA JUGA: Messi Masih Pertimbangkan Bermain di Piala Dunia 2026
"Nanti kita akan kabarin di media BEM SI Kerakyatan akan segera kami [kirim] press release," katanya.
Terkait dugaan makar dalam demonstrasi pekan lalu, Pasha menjelaskan BEM SI menentang keras dugaan tersebut karena merugikan psikologi massa yang unjuk rasa.
Dia menekankan perlu analisis serta bukti konkret untuk membuktikan bahwa makar berkaitan dengan demonstrasi. Baginya unjuk rasa pekan lalu adalah suara rakyat yang harus di dengar para pejabat.
"Kalau dari BEM SI tentu tidak makar, artinya BEM SI ingin menyerukan suara rakyat dan suara mahasiswa dan tidak ada usaha-usaha makar," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.