OJK Targetkan Bank Umum Syariah Baru Berdiri pada 2026
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Sejumlah siswa sedang belajar di SDN 1 Curug, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (7/8/2025). ANTARA/Desi Purnama Sari
Harianjogja.com, PANDEGLANG—Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Curug, Kecamatan Cibalung, Kabupaten Pandeglang, Banten tak berdaya harus menempatkan siswanya belajar di kelas berlantai tanah. Sekolah ini hanya bisa menunggu pemerintah melakukan perbaikan fisik gedung sekolah sehingga layak dipakai siswa.
Hingga saat ini puluhan siswa terpaksa melangsungkan kegiatan belajar mengajar di dua ruang kelas yang kondisinya sangat memprihatinkan, karena proyek pembangunan yang mangkrak.
Guru SDN 1 Curug, Iwan Mulyawan, di Pandeglang, mengungkapkan proyek pembangunan yang mangkrak sejak akhir tahun 2017 membuat para siswa harus belajar dengan kondisi lantai beralaskan tanah, dinding tanpa plesteran, serta rasa minder yang berdampak pada semangat belajar mereka.
"Banyak siswa yang merasa minder dan enggan masuk kelas karena malu. Bahkan mereka sempat tidak mau masuk saat awal-awal," ujarnya, Kamis (7/8/2025).
Kondisi ini diperparah saat hujan, dimana lantai tanah berubah menjadi becek akibat air merembes masuk, sementara saat kemarau, debu menjadi masalah utama.
BACA JUGA: Daftar Insiden Tiga Kereta Anjlok Sepekan Terakhir
Melihat kondisi ini pihak sekolah mengambil kebijakan khusus, memperbolehkan siswa memakai sandal saat musim hujan untuk mengatasi lantai yang becek.
"Kami mengambil kebijakan khusus yakni memperbolehkan siswa memakai sandal. Selain itu mereka juga memang ada yang tidak mampu membeli sepatu, karena sebagian besar warga disini hanya bekerja sebagai petani," katanya.
Iwan menuturkan pembangunan gedung sekolah yang baru rampung sekitar 60 persen ini terhambat, salah satunya karena akses jalan yang ekstrem. Jarak tempuh dari toko material terdekat mencapai 8-10 kilometer dengan kondisi jalan yang sulit, membuat pengiriman material terhambat.
Menurutnya, hal ini juga menjadi tantangan bagi para siswa serta para guru saat menuju ke sekolah yang harus melalui akses jalan yang cukup ekstrem dengan kondisi bebatuan dan licin pada saat musim hujan.
Selain tantangan infrastruktur sekolah, kata dia, siswa juga menghadapi perjalanan sulit. Siswa yang tinggal di seberang Sungai Walungan Curug sering kali tidak bisa masuk sekolah saat hujan deras karena khawatir banjir.
"Kami sangat memaklumi hal tersebut. Saat ini sebanyak 42 siswa kelas 3 dan 5 menempati dua ruang kelas tersebut," katanya.
Ia mengatakan keluhan ini tidak hanya datang dari siswa, tetapi juga dari orang tua murid, sehingga pihak sekolah berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi permanen, seperti program rehabilitasi, agar para siswa bisa belajar dengan nyaman dan memiliki rasa percaya diri seperti siswa di sekolah lainnya.
"Orang tua protes kenapa anak mereka ditempatkan di ruangan seperti itu. Kami sangat berharap pemerintah dapat segera melanjutkan pembangunan sekolah ini, agar para siswa dapat belajar dengan nyaman," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
David Beckham resmi menjadi pesepak bola Inggris pertama berstatus miliarder dengan kekayaan mencapai Rp27,77 triliun pada 2026.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final