Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto (ketiga dari kanan) saat panen raya padi di Kelurahan Rejowinangun Jogja, Minggu (3/8/2025)
Harianjogja.com, JOGJA - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto merasa kagum melihat lahan pertanian di tengah kota Jogja. Selain itu ia juga mengapresiasi warga Jogja yang memanfaatkan pekarangan dan lorong jalan yang dipenuhi dengan tanaman sayuran.
Hal itu disampaikan Titiek Soeharto saat panen raya padi di lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinta Mina di Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, Jogja, Minggu (3/8/2025) lalu. Selain di Rejowinangun, Titiek juga panen bersama Kelompok Tani Sawah Kotagede di lahan saah KT Retno Makmur.
“Luar biasa di perkotaan kota Jogja masih ada persawahan dan warga masih memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman sayuran. Ini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan,” kata Titiek dalam keterangannya.
Titik berharap dengan panen bersama ini dapat membangkitkan sektor pertanian tanaman pangan khususnya di perkotaan yang semakin berkurang akibat alih fungsi lahan sehingga dapat mendorong program pemerintah untuk swasembada pangan, khususnya beras.
Ketua Pokdarwis Rejowinangun, Didik Rahmanto mengatakan kedatangan Ketua Komisi IV DPR Ri itu semakin menambah semangat para petani khususnya kelompok wanita tani untuk terus menanam tanaman sayuran meski di lahan terbatas.
Sebelum mulai panen raya dilakukan tradisi wiwitan dengan penampilan berbagai kesenian, pemotongan tumpeng dan pembagian sego wiwit kepada masyarakat yang hadir dalam acara panen raya ini dan doa bersama.
BACA JUGA: Pemda DIY Diminta Antisipasi Risiko Overtourism Setelah Tol Prambanan-Klaten Dibuka
Menurut Didik, tradisi wiwitan sudah dilakukan turun temurun yang biasanya digelar selama tiga hari dengan gelar budaya dan bazar UMKM. “Saat ini tradisi wiwitan digelar sederhana,” katanya.
Didik mengatakan ada tiga titik lahan pertanian padi di Rejowinangun yang masing-masing titik luasnya sekitar 3000 meter. Selain itu warga Rejowinangun juga memanfaatkan lorong, pekarangan rumah dengan tanaman sayuran.
“Bu Titiek kemarin sempat kaget di tengah kota di lahan terbatas masih ada lahan pertanian. Beliau juga mengapresiasi pemanfaatan pekarangan untuk tanaman sayuran,” ucapnya.
Didik yang juga menjabat sebagai Forum Pokdarwis se-Kota Jogja ini mengatakan di Rejowinangun lahan terbatas sehingga harus memanfaatkan pekarangan dan lorong jalan untuk tanaman sayuran. Dengan demikian potensi wisata di Rejowinangun juga tidak jauh dari pertanian, seperti edukasi membuat media dan penanaman dan perawatan sampai panen.
Kemudian edukasi kerajinan kulit dan blankon, dan edukasi pemberdayaan masyarakat. “Dan memanfaatkan tembok yang tumbuh dengan sayuran =hanya di rejowinangun, lorong lorong sayur tembok gunakan wall planter bag,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut Titik juga menjaring aspirasi dari warga di Pendopo Kelurahan Rejowinangun terkait kebutuhan warga dalam kaitannya pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Sabtu 25 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Profesi teknisi pelayanan darah masih jarang dikenal, padahal berperan vital memastikan keamanan transfusi. Simak peran, tantangan, dan peluang kariernya.
Kejagung menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan TPPU usai pemeriksaan sekitar 10 jam. Penyidik menegaskan asas praduga tak bersalah.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Sabtu, 25 Juli 2026 untuk layanan reguler dan Xpress dari Tugu Jogja dan Bandara YIA.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Sabtu, 25 Juli 2026. Kereta pertama berangkat pukul 05.00 WIB dari Stasiun Palur dengan tarif Rp8.000.