Komnas HAM Desak Kampus dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Pemerintah Provinsi Riau menjadikan lokasi ajang Pacu Jalur di tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sebagai kawasan konservasi yang hanya diperuntukkan untuk kegiatan tradisional tersebut. /Antara.
Harianjogja.com, RIAU—Kegiatan tradisional Pacu Jalur viral dan mendunia lewat Aura Farming di medsos dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan sejumlah Youtuber dunia secara langsung mendatangi Sungai Batang Kuantan yang merupakan lokasi Pacu Jalur.
Pemerintah Provinsi Riau menjadikan lokasi ajang Pacu Jalur di tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sebagai kawasan konservasi yang hanya diperuntukkan untuk kegiatan tradisional tersebut.
"Lokasi ini akan dikonservasikan, jadi tidak boleh ada kegiatan lain, khusus pacu jalur," kata Gubernur Riau Abdul Wahid saat meninjau sekaligus pemasangan plang konservasi di Teluk Kuantan, Kamis.
Gubernur Abdul Wahid menegaskan bahwa area tersebut akan dikonservasi secara ketat. Pasalnya Pacu Jalur kini bukan lagi hanya milik masyarakat Kuansing semata, tetapi telah berkembang menjadi atraksi budaya mendunia.
Hal ini lanjutnya mencerminkan tingginya antusiasme dan rasa memiliki warga terhadap ajang budaya ini. Dulu penontonnya sebagian besar masyarakat lokal, tetapi sekarang wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara ikut hadir menyaksikan.
Dalam kunjungan tersebut Gubernur Wahid turut menaiki salah satu jalur atau perahu panjang. Ia pun mendayung bersama si bocah viral "Aura Farming" yang membuat pacu jalur mendunia melalui tariannya, Rayyan Arkan Dikha.
"Hari ini saya mencoba Jalur Tuah Koghi dengan pemandu jalur, Dikha," ujar Wahid usai menyusuri sungai.
Meski masih mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH), Gubernur Wahid menyusuri lintasan utama Pacu Jalur, Batang Kuantan, sembari diiringi tarian khas setempat. Aksi ini segera menyita perhatian ribuan masyarakat yang memadati tepian sungai.
Kehadiran Gubernur yang turut serta mendayung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Mereka mengapresiasi dan merasa bangga karena pemimpinnya berbaur langsung, menunjukkan kedekatan dengan rakyat. "Terima kasih Pak Gubernur sudah mencoba langsung jalur kami," ujar Rita, satu di antara warga yang hadir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komnas HAM meminta kampus, pesantren, dan ormas segera membentuk Satgas TPKS untuk memperkuat perlindungan korban kekerasan seksual.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.